Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Yayasan di Pati Tolak Program MBG Selama Ramadan, Begini Sikap Pemerintah

Ali Mustofa • 2026-02-26 11:34:43

MINIMALIS: Menu MBG Ramadan dari salah satu SPPG untuk siswa di Pati.
MINIMALIS: Menu MBG Ramadan dari salah satu SPPG untuk siswa di Pati.

PATI – Dua lembaga pendidikan di Kabupaten Pati memutuskan tidak berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.

Kendati demikian, program tersebut tetap dilaksanakan di sekolah lain yang masih bersedia menerima layanan.

Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menyampaikan bahwa dua yayasan yang menolak pelaksanaan program selama Ramadan adalah Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya di Kecamatan Margoyoso.

Baca Juga: Meski Ada Penolakan Sekolah, Program MBG di Pati Tetap Beroperasi selama Ramadan, Anggaran Tak Berubah

Keputusan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat dari pihak sekolah.

“Memang ada dua yayasan yang memilih tidak mengikuti MBG selama Ramadan. Namun operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan seperti biasa,” kata Basar.

Ia menegaskan, penolakan tersebut tidak memengaruhi pelayanan program.

SPPG tetap memberikan layanan kepada sekolah-sekolah yang bersedia menjalankan program MBG tanpa adanya pengalihan distribusi.

Selain itu, Basar memastikan alokasi anggaran MBG selama Ramadan tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk menu besar bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA, anggaran ditetapkan Rp10.000 per anak.

Sementara menu kecil untuk peserta didik PAUD hingga kelas 3 SD sebesar Rp8.000 per anak.

Baca Juga: KPK Periksa Plt Bupati hingga Ketua DPRD, Dalami Kasus Pemerasan Perangkat Desa di Kabupaten Pati, Berikut Daftarnya

Program ini juga menyasar kelompok lain, seperti ibu hamil yang memperoleh alokasi Rp10.000 dan balita sebesar Rp8.000 per anak.

Pihaknya terus melakukan pengawasan di lapangan guna memastikan kualitas makanan serta proses distribusi berjalan sesuai standar.

Menurut Basar, apabila ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai ketentuan, penyedia layanan akan segera diberikan teguran dan dilakukan evaluasi.

Koordinasi juga dilakukan dengan pimpinan SPPG untuk menjaga kualitas program.

Ia menambahkan, berbagai temuan di lapangan telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat.

Baca Juga: Menu MBG di Kabupaten Pati Disorot, Paket Telur Puyuh dan Roti Dinilai Tak Sesuai Harapan

Namun, terkait pemberian sanksi kepada penyedia layanan sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga tersebut.

Basar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

Warga diminta mengonfirmasi langsung kepada SPPG setempat untuk memastikan kebenaran informasi.

Meski terdapat penolakan dari dua yayasan, pemerintah tetap berkomitmen melaksanakan program MBG sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi bagi peserta didik serta kelompok rentan di Kabupaten Pati selama bulan Ramadan. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#pemerintah #pati #ramadan #yayasan #program mbg