PATI – Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa seorang balita berusia dua tahun empat bulan terjadi di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, pada Minggu (11/10) malam.
Korban berinisial YP dilaporkan sedang tertidur di kamar ketika api mulai membakar ruangan tersebut.
Kepala Desa Growong Lor, Narjo, menyampaikan dugaan awal mengenai penyebab kebakaran pada Senin (12/10).
Menurutnya, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang berada di dalam kamar dan kemudian menyambar material yang mudah terbakar.
“Berdasarkan dugaan sementara, sumber api penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar di dalam kamar. Obat nyamuk itu diduga menyulut bahan mudah terbakar yang berada di dalam kamar korban,” kata Narjo.
Meski demikian, Narjo menegaskan bahwa penyebab tersebut masih sebatas dugaan awal.
Kepastian mengenai sumber api masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun petugas pemadam kebakaran yang memastikan penyebab kebakaran.
Kebakaran terjadi di rumah milik Amat Purwanto sekitar pukul 20.30 WIB. Ketika api muncul, YP sedang beristirahat di kamar tidurnya.
Pada saat bersamaan, ayah dan kakak korban diketahui sedang meninggalkan rumah untuk membeli token listrik.
Warga setempat, Yulian Setyoaji, menjelaskan bahwa ayah dan kakak korban hanya pergi dalam waktu singkat.
Namun, ketika mereka kembali, api sudah membakar kamar tempat balita tersebut tidur.
“Anak itu posisi tidur, sementara ayah dan kakaknya keluar beli token listrik sekitar sepuluh menit saja. Saya tinggal sebentar sekitar lima belas menit, dan waktu saya kembali, kamar sudah terbakar,” ujar Yulian.
Menurut penuturannya, kobaran api terpusat di kamar tidur korban dan tidak menghanguskan seluruh bagian rumah.
Sejumlah pemuda yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api setelah melihat asap mengepul dari ruangan itu.
Pada awal upaya pemadaman, warga belum mengetahui bahwa YP masih berada di dalam kamar yang terbakar.
Setelah menyadari kondisi tersebut, warga berusaha mengevakuasi korban dari ruangan yang dilalap api.
Balita itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga serta masyarakat di sekitar tempat tinggal korban.
Saat kebakaran berlangsung, ibu korban diketahui sedang berada di rumah neneknya. Sementara itu, ayah YP sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Kecamatan Juwana.
Setelah jenazah dibawa pulang dari rumah sakit, keluarga bersama warga segera mempersiapkan prosesi pemakaman. Jenazah YP dimakamkan sekitar pukul 01.00 WIB.
Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, warga dan keluarga terlebih dahulu memandikan serta menyucikan jenazah, menggelar tahlil, dan melaksanakan salat jenazah di rumah duka.
Kerabat dan masyarakat sekitar turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di rumah, terutama ketika menggunakan sumber api di dekat benda-benda yang mudah terbakar.
Meski obat nyamuk bakar disebut sebagai salah satu dugaan awal pemicu kebakaran, penyebab pasti insiden yang menewaskan YP masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. (adr)
Editor : Ali Mustofa