Debit Sungai Menyusut, Tanggul Silugonggo di Pati Dikhawatirkan Roboh, Ini Langkah BPBD

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:51 WIB
AMBROL: Penahan sungai di Desa Tondomulyo, Jakenan ambrol belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
AMBROL: Penahan sungai di Desa Tondomulyo, Jakenan ambrol belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI - Kondisi tanggul Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana di wilayah Desa Tondomulyo (Tondokerto) dan Desa Purworejo, Kabupaten Pati, mulai mengkhawatirkan.

Sejumlah bagian tanggul mengalami ambles hingga dinding penahan sungai berpotensi roboh.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan menyusutnya debit air sungai secara drastis akibat musim kemarau.

Selain faktor kekeringan dan pengambilan air untuk kebutuhan irigasi pertanian, pengoperasian bendung karet juga disebut warga sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi sungai.

Warga setempat mengungkapkan, kejadian tanah ambles di kawasan sempadan sungai sebelumnya tidak pernah terjadi sebelum bendung karet tersebut difungsikan.

Sekretaris Desa Tondomulyo, Suhali, membenarkan kondisi tersebut.

Menurutnya, salah satu bagian sungai yang seharusnya menjadi sumber air bagi kebutuhan pertanian kini justru mengalami kekeringan.

“Namun kenyataannya, sungai malah mengering, sudah terjadi selama 6 sampai 7 hari ini,” ujar Suhali.

Menyusutnya air sungai dikhawatirkan berdampak terhadap kestabilan tanggul.

Kondisi tanah yang kehilangan kelembapan dan tekanan air dapat membuat struktur penahan di sepanjang sungai menjadi lebih rentan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa keberadaan air memiliki peran dalam menjaga kondisi sejumlah bangunan penahan air, seperti tanggul, bendung, waduk maupun embung.

“Karena fungsi air itu adalah memelihara tempat-tempat yang seharusnya idealnya ada airnya. Seperti bendung, waduk, embung, pasti tidak akan dibiarkan kering. Ada air yang memang disisakan untuk kekuatan tembok penahan,” terang Martinus.

BPBD Pati kini mulai menyiapkan langkah antisipasi mengingat kondisi tanggul dapat menjadi lebih rawan ketika memasuki musim penghujan dan debit Sungai Silugonggo kembali meningkat.

Namun, kewenangan untuk melakukan perbaikan fisik terhadap tanggul badan sungai tersebut bukan berada di pemerintah daerah.

Penanganannya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Untuk penanganan tanggul penahan badan sungai yang ada di Tondokerto dan sebagian masuk di Desa Purworejo itu memang kewenangan berada di Balai Besar Wilayah Sungai,” kata Martinus.

Karena itu, BPBD Kabupaten Pati berencana berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana sebelum musim penghujan 2026 berlangsung.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan terhadap bagian tanggul yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

“Sebelum masuk di musim penghujan coba nanti akan kami komunikasikan ke BBWS supaya segera ada penanganan terhadap tanggul penahan sungai yang hampir roboh, baik itu yang masuk di Desa Tondomulyo maupun Purworejo, Kecamatan Pati,” tegas Martinus. (adr)

Editor : Ali Mustofa
Tanggul Sungai Silugonggo Tondomulyo Pati bpbd pati sungai juwana BBWS Pemali Juana