Diduga Keracunan Susu MBG, 21 Siswa SD di Pati Alami Mual hingga Muntah

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 15:37 WIB
Ilustrasi keracunan makanan
Ilustrasi keracunan makanan

PATI - Sebanyak 21 siswa SD Negeri Tambahmulyo 02, Kecamatan Jakenan, Pati, dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu pagi.

Para siswa mengalami gejala mulai dari pusing, mual, tubuh lemas hingga muntah.

Dugaan sementara mengarah pada susu kemasan yang menjadi salah satu bagian dari paket MBG.

Sejumlah siswa mengaku merasakan cita rasa susu yang berbeda atau kurang enak setelah meminumnya.

Meski demikian, pemeriksaan awal terhadap produk tersebut belum menunjukkan adanya kerusakan pada kemasan.

Kondisi kemasan terlihat baik dan tanggal kedaluwarsanya juga masih tercantum hingga 2027.

Kejadian tersebut segera ditindaklanjuti petugas medis dari Puskesmas Jakenan.

Dari 21 siswa yang mengalami keluhan, enam di antaranya mengalami gejala yang lebih berat sehingga dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

Mereka menjalani pemeriksaan dan observasi, termasuk mendapat obat untuk membantu mengatasi rasa mual.

Perawat Puskesmas Jakenan, Yuliati, mengatakan kondisi keenam siswa berangsur stabil setelah mendapatkan perawatan medis selama sekitar dua jam.

Setelah kondisi mereka dinilai membaik, seluruh siswa tersebut diperbolehkan meninggalkan puskesmas dan kembali ke rumah masing-masing.

Selain enam siswa yang dibawa ke puskesmas, petugas kesehatan juga melakukan penelusuran langsung ke sekolah untuk mengetahui kondisi siswa lainnya.

Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan 15 siswa tambahan yang juga mengalami keluhan serupa.

Namun, kondisi mereka dinilai relatif stabil sehingga tidak perlu menjalani perawatan di puskesmas.

Ke-15 siswa tersebut memilih tetap berada di sekolah dan tidak dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari kejadian tersebut, Puskesmas Jakenan telah mengamankan sampel susu kemasan yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan pada para siswa.

Sampel tersebut kemudian diserahkan kepada dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Hasil pengujian nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa.

Dengan demikian, dugaan susu sebagai pemicu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti kejadian tersebut. (adr)

Editor : Ali Mustofa
MBG Pati siswa SD Pati jakenan pati keracunan mbg Makan Bergizi Gratis