PATI - Kekeringan berkepanjangan mulai mengancam tanaman padi di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.
Kondisi tersebut membuat petani harus mencari cara lain untuk mempertahankan tanaman mereka agar tidak mengalami gagal panen.
Sejumlah petani bahkan terpaksa mengeluarkan uang dari kantong pribadi untuk membeli air yang diangkut menggunakan truk tangki.
Air tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengairi sawah yang mulai kekurangan pasokan akibat saluran irigasi mengering.
Kemarau panjang membuat sejumlah saluran irigasi di wilayah tersebut tidak lagi dialiri air.
Sungai Silugonggo yang selama ini menjadi salah satu sumber pengairan juga mengalami penurunan debit hingga tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sawah.
Kondisi tersebut menjadi semakin genting karena tanaman padi warga tengah memasuki tahap pengisian bulir.
Pada fase ini, tanaman membutuhkan ketersediaan air yang cukup agar pertumbuhan dan hasil panen tidak terganggu.
Petani pun harus mencari alternatif pengairan meski membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar.
Salah seorang petani, Nawi, mengaku harus mengeluarkan biaya sekitar Rp170 ribu hingga Rp190 ribu untuk mendapatkan satu tangki air.
Dalam kondisi tertentu, ia bahkan membeli hingga dua tangki dalam sehari untuk mencukupi kebutuhan air di seluruh lahan yang digarapnya.
Pengeluaran tersebut tentu menambah beban biaya produksi.
Namun, Nawi memilih tetap mengeluarkan uang daripada membiarkan tanaman padinya kekurangan air dan berujung gagal panen.
“Yang penting padi ini bisa selamat dan tetap panen,” tegasnya.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ketika pasokan air irigasi masih relatif mudah diperoleh.
Kini, petani harus mencari sumber air alternatif untuk mempertahankan tanaman yang sudah mendekati masa panen.
Meningkatnya kebutuhan air untuk pertanian juga dirasakan Suharno, salah seorang penyedia jasa truk tangki.
Ia mengatakan permintaan dari petani mengalami peningkatan cukup tajam sejak Jumat sebelumnya.
Karena kondisi Sungai Silugonggo yang semakin kering, Suharno harus mencari sumber air hingga wilayah Pati kota untuk memenuhi pesanan.
Air yang biasanya digunakan untuk kebutuhan bersih dan layak konsumsi masyarakat tersebut kini sebagian dimanfaatkan untuk membantu mengairi lahan pertanian.
Para petani berharap tambahan pasokan tersebut mampu mempertahankan tanaman hingga masa panen dan mencegah kerugian yang lebih besar akibat kekeringan. (adr)
Editor : Ali Mustofa