PATI - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Kamis (24/9).
Memasuki hari kedua, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan penanganan di sejumlah titik yang terbakar.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui pada Rabu (23/9). Kobaran api kemudian cepat membesar dan menyebar di antara tumpukan sampah, terutama material plastik yang mudah terbakar.
Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Tumpukan sampah yang tebal membuat api sulit dijangkau hingga ke bagian dalam.
Kondisi tersebut diperparah oleh angin kencang yang membuat kobaran api berpotensi kembali muncul setelah berhasil dipadamkan.
Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, memperkirakan proses pemadaman secara keseluruhan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari.
Menurut Dwi, durasi penanganan sangat dipengaruhi kondisi angin serta keamanan petugas ketika mendekati titik-titik api.
“Perkiraan 3–4 hari, padamnya lihat angin dan juga cari posisi aman memadamkan supaya api tidak meluas ke lokasi yang lain,” kata Dwi saat dihubungi, Kamis (24/9).
Ia menambahkan, kobaran api masih sulit dikendalikan karena angin di sekitar lokasi cukup kencang.
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 08.00 WIB, kobaran api masih tampak di beberapa bagian tumpukan sampah.
Asap berwarna putih hingga hitam juga terus mengepul, terutama dari kawasan TPS sisi timur.
Hingga sekitar pukul 14.17 WIB, petugas masih melakukan penyisiran sekaligus pemadaman pada titik-titik yang mengeluarkan api.
Sejumlah bagian tumpukan sampah masih terlihat terbakar dan mengeluarkan asap tebal dari sela-sela material.
Untuk mendukung proses penanganan, 13 unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi. Petugas berupaya melokalisasi kobaran agar tidak menjalar ke area TPS lainnya.
Salah seorang petugas kebersihan di lokasi, Avian, menyebut kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan tebu yang berada di sebelah timur TPS.
Menurut penuturannya, api dari area tersebut kemudian terbawa angin menuju arah barat.
Percikan api diduga mengenai sampah plastik yang berada di sekitar TPS dan selanjutnya memicu kebakaran.
“Awal mulanya ada orang yang membakar tebu dari sebelah timur. Terus angin kencang ke arah barat, tadi api kena serpihan sampah plastik akhirnya merambat ke TPS ini,” ujar Avian.
Dominasi material plastik di dalam tumpukan sampah membuat api mudah menjalar dan berpotensi muncul kembali dari bagian yang belum sepenuhnya dingin.
Bahkan setelah lebih dari 24 jam sejak kebakaran terjadi, sejumlah titik masih memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap.
Petugas kini memprioritaskan pemadaman pada titik api sekaligus memastikan proses penanganan berlangsung dengan aman.
Upaya pelokalan terus dilakukan untuk mencegah api menyebar ke bagian lain dan mengantisipasi munculnya titik api baru.
Dengan kondisi tumpukan sampah yang tebal serta angin yang masih bertiup kencang, proses pemadaman diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.
Petugas akan terus melakukan penanganan hingga seluruh titik api di TPS Plosojenar benar-benar dinyatakan padam. (adr)
Editor : Ali Mustofa