Lahan 500 Meter Persegi Disiapkan, Puncel Diproyeksikan Jadi Penyangga Aktivitas Nelayan Pati

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:22 WIB
BERSANDAR: Perahu nelayan di Desa Puncel, Dukuhseti berjejer di tepi pantai belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
BERSANDAR: Perahu nelayan di Desa Puncel, Dukuhseti berjejer di tepi pantai belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI – Pemerintah menyiapkan lahan seluas 500 meter persegi di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, untuk mendukung aktivitas nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Lokasi tersebut berada tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan dirancang menjadi kawasan penyangga bagi kebutuhan nelayan sebelum melaut.

Di kawasan tersebut nantinya akan disiapkan sejumlah fasilitas pendukung, terutama yang berkaitan dengan perbekalan, perawatan kapal atau peralatan, hingga penyimpanan hasil perikanan.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat kebutuhan nelayan lebih mudah dipenuhi di sekitar kawasan pesisir.

Program KNMP merupakan salah satu program strategis pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati, Hadi Santosa, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan nelayan memiliki potensi memberikan dampak positif terhadap masyarakat pesisir.

Menurutnya, keberadaan wilayah laut yang luas perlu didukung dengan penguatan kehidupan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.

Di Desa Puncel, konsep KNMP lebih diarahkan sebagai buffer zone atau kawasan penyangga aktivitas nelayan.

Di atas lahan 500 meter persegi tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas seperti gudang perbekalan, area perbengkelan, dan gudang beku atau cold storage.

Hadi menjelaskan, lokasi Puncel dipilih karena letaknya berdekatan dengan TPI sehingga dinilai strategis untuk menunjang kegiatan nelayan.

“Untuk saat ini memang belum dibangun dan masih dalam tahap persiapan. Namun, perencanaannya sudah disiapkan untuk mendukung kebutuhan nelayan ketika hendak melaut,” jelasnya.

Selain Puncel, pengembangan KNMP juga diarahkan ke Desa Banyutowo.

Jika Puncel lebih menitikberatkan pada kebutuhan logistik sebelum nelayan melaut, Banyutowo dirancang dengan cakupan yang lebih luas untuk mendukung rantai ekonomi perikanan.

Kawasan Banyutowo nantinya tidak hanya menunjang aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat proses penyimpanan, distribusi, hingga pengolahan hasil laut.

Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain pabrik es, cold storage, tempat penyimpanan dan pelelangan ikan, serta rumah singgah.

Kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung kegiatan ekonomi, seperti layanan simpan pinjam, area pemasaran, pelatihan bagi pelaku usaha pengolahan ikan, hingga warung masyarakat.

Dengan konsep tersebut, aktivitas ekonomi di kawasan pesisir diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menangkap ikan, tetapi dapat berkembang hingga tahap pengolahan dan pemasaran.

Pengurus KDMP Banyutowo, Wahyu Agus Setiawan, menyambut positif rencana pengembangan fasilitas yang terintegrasi tersebut.

Menurutnya, pembangunan kawasan dengan berbagai sarana pendukung akan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha di sektor perikanan.

Ia menilai konsep tersebut menarik karena tidak hanya berfokus pada kegiatan melaut, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses pengolahan hasil tangkapan.

“Di Banyutowo fasilitas yang dibangun cukup lengkap dan terintegrasi. Ini bagus karena pengembangannya bukan hanya untuk menangkap ikan, tetapi juga sampai ke pengolahan,” ujarnya.

Saat ini, pengelola bersama DKP Pati masih mematangkan berbagai persiapan. Tahapan tersebut mencakup pengaturan perizinan hingga penyusunan skema pemanfaatan sarana dan prasarana yang nantinya tersedia.

Dengan pengembangan di Puncel dan Banyutowo, program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem perikanan pesisir Pati.

Mulai dari kebutuhan nelayan sebelum melaut, penyimpanan hasil tangkapan, pengolahan, hingga pemasaran diharapkan dapat terhubung dalam satu rangkaian kegiatan ekonomi. (adr)

Editor : Ali Mustofa
aktivitas nelayan program knmp ekonomi perikanan pati masyarakat pesisir