Bukan Belatung, Temuan di Menu MBG SMK BTB Juwana Ternyata Ulat Selada

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:52 WIB
TAK HIGENIS: Belatung menggeliat di menu MBG SMK BTB Juwana pada Jumat (18/9). (TANGKAPAN LAYAR MEDSOS)
TAK HIGENIS: Belatung menggeliat di menu MBG SMK BTB Juwana pada Jumat (18/9). (TANGKAPAN LAYAR MEDSOS)

PATI – Temuan hewan kecil dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana, Kabupaten Pati, sempat menghebohkan media sosial.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati memastikan hewan yang terlihat dalam video tersebut bukan belatung seperti yang ramai disebut, melainkan ulat yang berasal dari sayuran selada.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Pati, Anggia Widiari, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika seorang siswa menemukan hewan kecil pada selada yang menjadi pelengkap makanan dalam nampan MBG.

Temuan itu kemudian direkam menggunakan kamera ponsel dan diunggah ke media sosial.

Video tersebut selanjutnya menyebar luas dan menimbulkan berbagai dugaan mengenai kondisi makanan yang disajikan dalam program MBG.

Dalam video berdurasi sekitar 17 detik yang beredar, terlihat seorang siswa membelah lauk yang menyerupai ayam krispi.

Di dalamnya tampak seekor hewan kecil bergerak.

Video tersebut kemudian disertai narasi yang menyebut adanya belatung pada makanan.

Setelah dilakukan penelusuran, Dinkes Pati menyatakan hewan yang ditemukan bukan berasal dari lauk ayam, melainkan ulat yang terdapat pada sayuran selada.

Anggia mengatakan temuan tersebut tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan proses pengolahan dan penyajian makanan dalam program MBG.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes Kabupaten Pati memanggil pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Juwana untuk melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.

SPPG diminta meningkatkan kehati-hatian dalam setiap tahapan pengolahan makanan.

Selain itu, standar operasional prosedur (SOP), terutama yang berkaitan dengan kebersihan dan pemeriksaan bahan pangan, harus dijalankan secara lebih ketat.

Evaluasi tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kualitas makanan yang diterima para siswa tetap terjaga.

Kepala SMK BTB Juwana, Muslih, turut meminta agar pengawasan terhadap makanan yang disiapkan untuk siswa diperketat.

Menurutnya, aspek pemeriksaan makanan menjadi hal penting karena menyangkut pemenuhan gizi sekaligus keamanan siswa.

“Harapan kami untuk quality control diperketat, karena ini berkaitan dengan gizi dan nyawa anak SMK BTB Juwana,” ujar Muslih.

Ia berharap pihak SPPG semakin meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap bahan makanan dan menu sebelum dibagikan kepada siswa.

“Insyaallah ke depan pihak SPPG harus ketat pengawasan dan khususnya menu yang akan disajikan. Semoga diperbaiki lebih baik lagi,” tegasnya.

Temuan ulat pada selada tersebut kini menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait.

Pemeriksaan bahan pangan, kebersihan proses pengolahan, hingga pengecekan makanan sebelum didistribusikan menjadi bagian penting untuk memastikan program MBG berjalan dengan aman dan sesuai standar. (adr)

Editor : Ali Mustofa
nampan mbg pihak sppg bahan pangan Menu MBG dinkes pati