PATI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengevaluasi Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kecamatan Juwana.
Hal itu menyusul viralnya video temuan diduga belatung pada jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa.
Setelah ditelusuri, temuan yang sempat memicu keresahan publik tersebut dipastikan bukan belatung.
Melainkan ulat yang berasal dari sayur selada.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Pati, Anggia Widiari, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut bermula ketika seorang siswa menemukan ulat pada selada di nampan makan siangnya.
Siswa tersebut kemudian merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke status media sosial hingga menjadi viral.
Menindaklanjuti temuan ini, Dinkes Pati telah memanggil pihak SPPG untuk diberikan evaluasi dan peringatan.
SPPG secara tegas diingatkan untuk melaksanakan program MBG dengan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi.
Kemudian wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan yang berlaku.
Kejadian ini turut memicu sorotan dari pihak sekolah.
Kepala SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana, Muslih, meminta agar pihak SPPG segera meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang dibagikan kepada para siswa.
Menurutnya, standar kebersihan dan keamanan pangan di lingkungan sekolah tidak bisa ditawar.
"Harapan kami untuk quality control diperketat, karena ini berkaitan dengan gizi dan nyawa anak SMK BTB Juwana," ujar Muslih.
Muslih juga menekankan pentingnya perbaikan sistem evaluasi ke depannya agar insiden serupa tidak terulang.
"Insyaallah ke depan pihak SPPG harus ketat pengawasan dan khususnya menu yang akan disajikan. Semoga diperbaiki lebih baik lagi," tegasnya.
Sebelumnya, standar kebersihan program MBG di wilayah tersebut sempat menjadi sorotan tajam setelah beredarnya sebuah video berdurasi 17 detik.
Dalam rekaman tersebut, tampak seorang siswa SMK di Juwana tengah membelah lauk makan siangnya yang menyerupai ayam krispi atau nugget.
Sekilas, terlihat ada hewan kecil hidup yang menggeliat di dalam lauk tersebut, yang kemudian memicu narasi keliru bahwa makanan itu mengandung belatung.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari Dinkes, kini dipastikan bahwa hewan tersebut adalah ulat sayur dari selada pelengkap hidangan. (adr)
Editor : Ali Mustofa