PATI - Sebuah video yang memperlihatkan temuan belatung hidup di dalam lauk makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga dibagikan kepada siswa salah satu SMK di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi perhatian.
Rekaman singkat tersebut menunjukkan adanya benda menyerupai belatung yang masih bergerak di dalam olahan daging.
Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi sekitar 17 detik itu diduga terjadi di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana.
Dalam rekaman, seorang siswa tampak memeriksa lauk yang berada di dalam nampan makan berbahan stainless steel atau ompreng.
Menu yang diperiksa siswa tersebut tampak seperti olahan ayam krispi atau nugget.
Ketika bagian lauk dibelah menggunakan tangan, terlihat benda berwarna putih yang disebut sebagai belatung menggeliat di antara bagian daging.
Lauk tersebut disajikan bersama nasi putih, daun selada, serta menu pendamping lainnya. Temuan itu langsung membuat sejumlah siswa yang berada di sekitar lokasi terkejut.
Suasana dalam rekaman terdengar ramai. Beberapa siswa bahkan mengingatkan teman-temannya untuk lebih dahulu memeriksa makanan sebelum menyantapnya.
Salah seorang siswa terdengar mengatakan, "Hati-hati, Bos," sementara siswa lainnya mengungkapkan rasa kaget setelah melihat kondisi lauk tersebut.
Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial dan mendapatkan beragam respons dari warganet.
Salah satu komentar yang muncul menyebutkan rasa mual setelah melihat kondisi makanan dalam video.
Temuan tersebut juga memunculkan perhatian terhadap aspek kebersihan, keamanan pangan, serta proses penyimpanan dan distribusi makanan yang diberikan kepada para siswa.
Namun, keberadaan belatung dalam lauk maupun penyebab munculnya temuan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.
Karena itu, kondisi makanan dalam video belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai sumber ataupun penyebab kontaminasi.
Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyedia makanan terkait video tersebut.
Kepala SMK BTB Juwana Muslih Masduqi juga belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi mengenai temuan yang beredar tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati Luky Pratugas Narimo menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Menurut Luky, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan bupati agar kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Dengan belum adanya pemeriksaan resmi, kondisi lauk dalam video dan dugaan kontaminasi tersebut masih memerlukan verifikasi.
Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana makanan itu diproduksi, disimpan, hingga akhirnya diterima oleh siswa. (adr)
Editor : Ali Mustofa