PATI - Sebanyak 17 siswa SD Negeri Maitan 1, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi susu yang menjadi bagian dari paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa disebut mengalami sejumlah gejala, mulai dari mules, mual, pusing hingga muntah.
Kabar tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pati yang langsung meminta Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap para siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan jumlah siswa yang dilaporkan terdampak mencapai sekitar 17 orang.
Meski mengalami keluhan setelah mengonsumsi susu, seluruh siswa tersebut disebut telah mendapatkan penanganan. Chandra memastikan kondisi mereka membaik dan sudah diperbolehkan kembali ke rumah.
“Laporannya ada sekitar 17 siswa. Tapi alhamdulillah sudah bisa ditangani, sudah kembali ke rumah,” ujar Chandra.
Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan inap akibat kejadian tersebut.
Pemerintah daerah kini masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan pada para siswa.
Chandra menjelaskan, berdasarkan informasi awal, produk susu yang dikonsumsi para siswa sebenarnya masih memiliki masa kedaluwarsa hingga 2027.
Namun, terdapat laporan mengenai perubahan kondisi fisik susu. Cairan dalam kemasan disebut mengalami perubahan warna menjadi kekuningan.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya persoalan pada produk meskipun tanggal kedaluwarsanya belum terlewati.
“Mungkin karena rusak produksinya,” kata Chandra.
Dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Sampel susu yang berkaitan dengan kejadian itu saat ini sedang diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kondisi serta kemungkinan penyebabnya.
Chandra menegaskan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Pati bersama pihak terkait.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap produk makanan maupun minuman yang akan dibagikan dalam program MBG perlu dilakukan secara lebih teliti.
Pemeriksaan tidak cukup hanya mengandalkan informasi tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.
Dengan demikian, kondisi fisik produk juga perlu diperhatikan sebelum makanan dan minuman tersebut sampai kepada para penerima manfaat.
“Ini nanti kita mitigasi untuk lebih mengecek lagi. Walaupun kedaluwarsanya masih panjang, harus tetap dicek terus,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kabar penghentian sementara distribusi susu di wilayah tersebut setelah kejadian, Chandra mengaku belum memperoleh informasi mengenai hal itu.
Ia menyebut penanganan kasus masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga masih memantau perkembangan kondisi para siswa.
Sebelumnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pati diwarnai laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SD Negeri Maitan 1, Kecamatan Tambakromo, setelah mengonsumsi susu dari paket MBG pada Kamis (17/9/2026).
Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, pusing, mules, dan muntah. Penyebab pasti keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga belum dapat disimpulkan bahwa susu tersebut menjadi penyebabnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa