PATI – Polresta Pati masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa.
Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan tersebut.
Kasatreskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan, proses penanganan kasus saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mengumpulkan berbagai barang bukti yang dinilai berkaitan dengan kejadian.
Dari sisi kondisi korban, Dika menyampaikan perkembangan positif.
Sebagian besar siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis disebut telah mengalami perbaikan kondisi dan diperbolehkan kembali ke rumah.
“Untuk update dari kami sekarang ini, sudah banyak dari korban terdampak yang sudah pulang. Namun, kami akan terus melakukan pembaruan terkait jumlah pastinya,” ujar Dika.
Untuk membantu mengungkap penyebab kejadian, Satreskrim Polresta Pati telah mengambil sejumlah sampel untuk menjalani pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor).
Barang bukti yang dikumpulkan antara lain sisa makanan yang sebelumnya dikonsumsi siswa.
“Kita sudah mengambil sampling makanan dan juga sisa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji Labfor,” jelasnya.
Selain memeriksa barang bukti, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Pemeriksaan dilakukan terhadap siswa yang mengalami gejala maupun pihak yang berkaitan dengan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, polisi belum memberikan informasi mengenai kemungkinan adanya tersangka maupun mengungkap secara detail pihak pengelola SPPG yang diperiksa.
Menurut Dika, seluruh informasi tersebut masih menunggu perkembangan penyelidikan.
“Nanti kita sampaikan di perkembangan yang lebih lanjut karena kita masih proses penyelidikan,” katanya.
Dika juga menanggapi informasi yang beredar mengenai dugaan adanya sabotase atau pihak tertentu yang sengaja memasukkan sesuatu ke dalam makanan.
Ia meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.
Menurutnya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor untuk mengetahui apakah terdapat kandungan tertentu yang berkaitan dengan munculnya gejala pada para siswa.
“Kita masih dalam tahapan penyelidikan. Hasil Labfor-nya belum keluar, sehingga indikasinya apa belum bisa dipastikan,” tegas Dika.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati Luky Pratugas Narimo membenarkan bahwa sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan dilakukan di Semarang dan hasilnya masih ditunggu.
“Sudah. Labnya di Semarang. Hasilnya nanti nunggu ya,” ujar Luky.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap sampel dari sejumlah jenis menu yang tersedia.
Pengujian tidak dilakukan terhadap seluruh makanan secara keseluruhan, melainkan menggunakan sampel dari setiap item atau pilihan menu yang dianggap perlu diperiksa.
“Hanya sampel. Tapi banyak poinnya. Per item per opsi,” pungkasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa