Korban Keracunan MBG di Pati Bertambah, 11 Siswa MTs Manba'ul Ulum Bermi Dirawat

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:37 WIB
Ilustrasi siswa keracunan makanan (ai)
Ilustrasi siswa keracunan makanan (ai)

PATI – Dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Pati.

Kali ini, sebanyak 11 siswa MTs Manba'ul Ulum Bermi harus mendapatkan perawatan medis setelah mengonsumsi paket MBG dengan menu nasi bakar.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mencatat sebanyak 265 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Dari jumlah itu, 54 siswa harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Sebaran pasien rawat inap terdiri dari 23 orang di RSUD Soewondo, 12 orang di RS Mitra Bangsa, 18 orang di KSH, dan satu orang di RSUD Fastabiq.

Selain pasien yang menjalani rawat inap, terdapat 138 orang yang mendapat penanganan secara rawat jalan.

Mereka terdiri atas 104 pasien di RS Soewondo, 31 siswa di RS Mitra Bangsa, serta tiga anak yang mendapat pelayanan di Puskesmas Gembong.

Di antara ratusan warga yang mengalami gejala tersebut, 11 orang merupakan siswa MTs Manba'ul Ulum Bermi.

Waka Kesiswaan MTs Manba'ul Ulum Bermi, Ahmadi Rozaq, membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

Sebelas siswa tersebut telah dibawa ke tiga fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

“Total ada 11 siswa yang dirawat. Delapan siswa berada di KSH, dua siswa di RSUD RAA Soewondo, dan satu siswa dirawat di Rumah Sakit Mitra,” kata Ahmadi.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika pihak sekolah menerima dan membagikan makanan MBG pada Selasa.

Saat itu, sekitar 205 siswa MTs mendapatkan paket makanan dengan menu nasi bakar.

Namun, keluhan kesehatan tidak langsung muncul. Sejumlah siswa mulai merasakan gejala pada Selasa malam. Keluhan yang disampaikan cukup beragam, mulai dari mual, pusing, hingga diare.

“Waktu itu menunya nasi bakar. Keluhan mulai muncul pada malam harinya. Ada yang merasa mual, pusing, bahkan mengalami diare atau mencret,” jelasnya.

Pihak sekolah yang mengetahui adanya siswa dengan kondisi kurang sehat kemudian segera melakukan pengecekan.

Ahmadi bersama pihak sekolah menyisir seluruh kelas serta kawasan asrama pondok pesantren yang terhubung dengan lingkungan sekolah.

Siswa yang terlihat mengalami kondisi lemas langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.

Sementara siswa dengan keluhan ringan diberikan obat secara individual dan sebagian mulai menunjukkan perbaikan kondisi.

“Tadi saya mengecek seluruh kelas dan pondok pesantren, terutama tempat anak-anak yang tidak masuk sekolah. Yang terlihat lemas langsung saya bawa ke puskesmas terdekat. Sedangkan yang gejalanya ringan sudah diberi obat dan kondisinya mulai membaik,” tambah Ahmadi.

Dalam perkembangan kasus tersebut, pihak sekolah juga mengungkap informasi mengenai penyedia makanan MBG.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan untuk MTs Manba'ul Ulum Bermi diketahui berasal dari wilayah Gembong.

Ahmadi menyebut penyedia makanan tersebut diduga merupakan pihak yang sama dengan penyedia MBG dalam kasus dugaan keracunan yang sebelumnya dialami siswa MTs dan SMP di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, pihak sekolah masih memantau kondisi 11 siswa yang menjalani perawatan.

Koordinasi dengan Dinkes dan instansi terkait juga terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (adr)

Editor : Ali Mustofa
penyedia mbg paket mbg makanan program mbg puskesmas dinkes pati