PATI – Rencana keberangkatan sekitar 250 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) Pati menuju Jakarta sempat mengalami kendala pada siang kemarin.
Lima bus yang disiapkan untuk mengangkut massa aksi tidak diperbolehkan mendekati kawasan Alun-alun Pati yang sebelumnya menjadi titik berkumpul peserta.
Akibat kebijakan tersebut, lokasi keberangkatan akhirnya dialihkan. Lima bus rombongan diparkir di sekitar Jalan Syeh Jangkung, tepatnya di kawasan sekitar lampu lalu lintas Kalianyar.
Kondisi itu membuat panitia harus mencari cara agar para peserta tetap bisa menuju armada yang telah menunggu.
Panitia kemudian menggunakan dua mobil pikap dan satu kendaraan pribadi untuk mengangkut peserta dari kawasan Alun-alun menuju lokasi parkir bus.
Cara tersebut dilakukan karena waktu terus berjalan, sementara sebagian peserta sudah berkumpul dan menunggu keberangkatan.
Perwakilan AMPB Pati, Novie Andrianta, mengatakan langkah itu terpaksa dilakukan agar peserta tidak terlalu lama menunggu di tengah kondisi cuaca yang cukup panas.
“Ini dilansir dari alun-alun ke selatan Luwes. Kami pakai dua pikap dan mobil saya. Semua itu untuk melansir kawan-kawan yang mau ke Jakarta, karena kasihan teman-teman kepanasan dan waktu sudah menunjukkan pukul 13.30,” ujar Novie saat ditemui di lokasi.
Novie mengaku menyayangkan larangan bus memasuki kawasan Alun-alun Pati.
Menurutnya, pada sejumlah aksi sebelumnya, bus rombongan biasanya dapat masuk dan parkir di sekitar lokasi tersebut tanpa kendala.
Ia juga mempertanyakan alasan kebijakan tersebut kepada jajaran Polresta Pati.
Novie menyebut pihaknya sempat dimintai keterangan dan mendapat penjelasan bahwa larangan tersebut merupakan arahan pimpinan.
“Tadi dimintai keterangan. Katanya itu arahan pimpinan. Ada apa ini Pak Sigit, Kapolresta Pati? Apakah betul pimpinan mengarahkan seperti itu? Jalan yang seharusnya dibuka untuk bus agar bisa parkir di alun-alun seperti biasanya, kenapa sekarang tidak boleh?” katanya.
Meski mengalami kendala, jumlah peserta yang diberangkatkan justru bertambah dari rencana awal.
Semula AMPB Pati menyiapkan empat bus, namun akhirnya menjadi lima armada setelah memperoleh tambahan dukungan donasi dari masyarakat.
Sekitar 250 peserta berasal dari sejumlah wilayah Pati bagian timur dan utara. Mereka dijadwalkan bergabung dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI di Jakarta hari ini.
Selain membawa massa, rombongan AMPB Pati juga menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk aksi.
Salah satu atribut yang mencuri perhatian adalah replika keranda dengan tulisan “Rampas Aset Koruptor”.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, panitia memilih memberangkatkan bus secara bertahap. Dua bus yang telah penuh diberangkatkan lebih dulu sebelum seluruh peserta berkumpul di lokasi.
Novie mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mencegah kerumunan terlalu besar dan menghindari munculnya gesekan di lokasi keberangkatan.
“Yang dua bus sudah berangkat sekitar satu jam lalu karena sudah penuh. Daripada menunggu di sini tidak ada titik terang. Kami tidak mungkin dorong-dorongan. Kami satu komando dari Mas Botok. Jangan sampai melakukan tindak pidana atau anarkistis,” tegasnya.
Dengan keberangkatan bertahap tersebut, AMPB Pati berharap seluruh peserta dapat menuju Jakarta dengan aman sekaligus tetap menjaga ketertiban selama mengikuti aksi. (adr)
Editor : Ali Mustofa