PATI – SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana resmi memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda setelah diresmikan sebagai bagian dari kerja sama dengan PT Astra Honda Motor.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan industri otomotif.
Vocational Manager Astra Honda Motor, Gunardi, mengatakan keberadaan TUK Astra di SMK BTB Juwana merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Dengan ditetapkannya sebagai TUK, SMK BTB Juwana masuk dalam 32 besar sekolah di Indonesia dan 10 besar di Jawa Tengah.
"Setelah adanya TUK Astra di SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana ini adalah 32 besar se-Indonesia. Sementara untuk di Jateng 10 besar," ujar Gunardi.
Menurutnya, TUK merupakan salah satu tingkatan tertinggi dalam kerja sama antara dunia pendidikan vokasi dan industri.
Untuk mencapai tahap tersebut, sekolah harus konsisten mengikuti berbagai agenda vokasi yang diselenggarakan Astra Honda.
"TUK ini adalah kasta tertinggi di dunia industri. Pasti tidak gampang dan berdarah-darah untuk sampai di tingkat ini. Karena secara konsisten sekolah mengikuti agenda vokasi dari Astra Honda," jelasnya.
Gunardi menambahkan, program vokasi yang dijalankan Astra dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia.
Karena itu, peresmian TUK di SMK BTB Juwana diharapkan bukan menjadi akhir dari kerja sama, melainkan menjadi awal pengembangan pendidikan vokasi yang lebih kuat.
"Kami berharap tak hanya peresmian, tetapi titik awal. SMK ini punya kewenangan uji kompetensi versi industri dari Astra Motor," katanya.
Ia menjelaskan, lulusan sekolah mitra binaan Astra memiliki kompetensi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Selain diakui, kompetensi tersebut juga terus diperbarui mengikuti perkembangan dunia kerja.
"Jadi lulusannya punya keistimewaan di jaringan di bisnis kami. Itu adalah sasaran ke depan kami melalui produk," imbuhnya.
Ke depan, Astra mendorong agar TUK tersebut dapat berkembang menjadi teaching factory berbasis industri.
Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga mendapat pengalaman praktik secara langsung.
"Setelah TUK harus bisa naik kelas menjadi teaching factory versi industri. Memberikan pelayanan konsumen untuk berkontribusi," paparnya.
Menurut Gunardi, teaching factory nantinya dapat menjadi wadah praktik bagi siswa Teknik Sepeda Motor (TSM) untuk mengenal sekaligus merasakan suasana dunia kerja secara langsung.
"Menjadi suatu wadah praktik langsung dari siswa kelas TSM. Langsung bisa melihat dan merasakan dunia kerja. Jadi tidak hanya teori, tapi praktik sudah bisa," jelasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara SMK BTB Juwana dan PT Astra International Tbk.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK untuk terserap di dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Risma menilai standar pelatihan dan uji kompetensi yang diterapkan Astra menjadi salah satu jaminan bahwa lulusan SMK BTB memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
"Syukur alhamdulillah dengan uji kompetensi yang sudah didapatkan oleh SMK BTB dari Astra, bekerja sama dengan sekolah ini sangat kami apresiasi," ujar Risma.
Ia mengatakan, selama tiga tahun masa pendidikan, siswa telah mendapatkan berbagai keterampilan praktik yang dibutuhkan industri otomotif, khususnya jaringan Astra Honda Motor.
"Selama masa pendidikan tiga tahun, mereka sudah diajarkan praktik-praktik yang memang dibutuhkan di industri motor Astra, baik di Jakarta maupun wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Anak-anak lulusan sini sudah siap kerja," terangnya.
Selain membuka peluang kerja, kerja sama tersebut juga mendorong lulusan untuk menjadi wirausahawan.
Astra turut memberikan dukungan melalui program bantuan peralatan dan sarana bengkel yang dapat menunjang kemandirian lulusan.
Melihat manfaat kolaborasi tersebut, Risma berharap pola kerja sama antara sekolah vokasi dan dunia industri dapat diterapkan di SMK lain di Kabupaten Pati.
"Harapan kami, SMK BTB bisa menularkan program ini ke SMK-SMK lain. Jadi begitu lulus, mereka sudah benar-benar siap masuk ke dunia usaha," katanya.
Pemkab Pati, lanjut Risma, juga mendorong perluasan kemitraan antara sekolah vokasi dengan berbagai perusahaan dan sektor industri lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. (adr)
Editor : Faidhil Falah