PATI – Pekan Kreasi Pati 2026 yang digelar di Alun-Alun Simpang Lima Pati pada 1–5 Agustus 2026 menjadi ajang strategis bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperkuat promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati ini menghadirkan bazar UMKM sekaligus menampilkan beragam potensi budaya, pariwisata, kuliner, kerajinan, dan ekonomi kreatif daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Pati ingin memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada masyarakat.
Selain menjadi sarana promosi, Pekan Kreasi Pati juga membuka ruang kolaborasi antarpelaku usaha guna meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, yang turut mengunjungi kegiatan tersebut mengatakan, Pekan Kreasi Pati diharapkan tidak sekadar menjadi pameran produk, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM melalui perluasan jaringan usaha dan pemasaran.
"UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Pekan Kreasi Pati, kami berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang dikenal, diminati, hingga mampu menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.
Menurut Dwi, produk-produk UMKM asal Kabupaten Pati memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing.
Karena itu, dukungan terhadap promosi, pemasaran, serta perluasan akses pasar harus terus diperkuat agar mampu menjangkau pasar nasional bahkan internasional.
Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pekan Kreasi Pati merupakan tindak lanjut setelah Kabupaten Pati ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif Indonesia.
Pemerintah daerah terus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, hingga lembaga keuangan.
"Kolaborasi menjadi faktor penting agar UMKM terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat," tambahnya.
Salah seorang pelaku UMKM, Devi Rukmana, pemilik Asmaradana Batik Pati, mengaku merasakan dampak positif dari penyelenggaraan Pekan Kreasi Pati.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen sekaligus memperluas jaringan bisnis.
Ia mengungkapkan, selama mengikuti pameran, omzet penjualannya meningkat dan berhasil mendapatkan sejumlah relasi serta pesanan baru.
Bahkan, saat stan miliknya dikunjungi istri Bupati Pati, sejumlah produknya turut diborong sehingga semakin menambah semangat untuk terus mengembangkan usaha.
Berdasarkan data panitia, Pekan Kreasi Pati 2026 berhasil menarik sekitar 175 ribu pengunjung selama lima hari pelaksanaan.
Nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp2,793 miliar, dengan rata-rata omzet setiap tenant berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per hari.
Selain Pekan Kreasi Pati, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati juga diisi dengan sidang paripurna istimewa serta selametan di Pendapa Kemiri sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Pati. (adr/aua)