Pemkab Pati Dorong Ekonomi Kreatif, Potensi Lokal Ditargetkan Menembus Pasar Nasional hingga Global

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:41 WIB
SEMANGAT BARU: Pemkab Pati menggelar forum penguatan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. (HUMAS PATI UNTUK RADAR KUDUS)
SEMANGAT BARU: Pemkab Pati menggelar forum penguatan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. (HUMAS PATI UNTUK RADAR KUDUS)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. 

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Pemkab Pati ingin mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu bersaing dan dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka kegiatan Jateng Creative Forum di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berbasis pada kekayaan lokal.

Chandra menyebut Pati memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata.

Namun, potensi tersebut perlu dikemas secara kreatif agar memiliki nilai tambah dan mampu menarik pasar yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam saja belum cukup untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Banyak sekali potensi-potensi di Kabupaten Pati ini yang bisa di-packaging, dikemas, supaya dikenalkan di tingkat nasional dan tingkat internasional,” ujarnya

Pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kemampuan pelaku UMKM menjadi faktor penting agar produk lokal mampu berkembang di era modern.

Selain itu, generasi muda khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha dinilai memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif karena dekat dengan teknologi dan memiliki ide-ide inovatif.  

“Generasi Z dan Generasi Alpha harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Mereka dekat dengan teknologi dan memiliki kreativitas yang bisa membawa produk Pati naik kelas,” katanya.

Sertifikasi halal bagi produk UMKM juga menjadi perhatian karena dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar.

Sejumlah potensi unggulan Pati yang terus dikembangkan antara lain program pertanian “1 Hektar 10 Ton”, pertanian organik, sektor perikanan, hingga komoditas buah unggulan seperti durian Musang King dan Black Thorn dari wilayah Gunungwungkal. (aua)

Editor : Ali Mustofa
produk umkm ekonomi kreatif sektor perikanan pemkab pati teknologi digital