Safin Pati Tunjukkan Tanggung Jawab, Biayai Penuh Pemulihan Korban Insiden Piala Soeratin U-17

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:34 WIB
CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin saat menjenguk Rama Jangkar korban tendangan
kungfu dari pemain didikan Safin Pati Sports School. (DOK SPSS)
CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin saat menjenguk Rama Jangkar korban tendangan kungfu dari pemain didikan Safin Pati Sports School. (DOK SPSS)

RADAR KUDUS - Insiden yang mencoreng jalannya Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026 mendapat respons cepat dari manajemen Safin Pati Sports School. Tak sekadar menyampaikan permohonan maaf, akademi sepak bola tersebut menunjukkan bentuk tanggung jawab nyata dengan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga terapi korban sampai dinyatakan pulih.

Langkah itu menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda bukan hanya soal mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga tentang keberanian bertanggung jawab ketika terjadi sebuah insiden.

CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, turun langsung menemui Rama Jangkar, pemain BJL 2000 Semarang yang menjadi korban dalam pertandingan Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026. Pertemuan berlangsung di sebuah klinik fisioterapi di Kota Semarang, Rabu (29/7), saat Rama menjalani proses pemulihan.

Baca Juga: Viral Tendangan Kungfu di Piala Soeratin, Pemain Universitas Safin Pati FC U-17 Kena Skorsing 5 Tahun dan Denda Rp5 Juta

Kunjungan tersebut difasilitasi oleh manajemen Balasuga FA, tempat Rama menjalani latihan di Semarang. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Rafi menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Rama dan ibundanya atas insiden yang melibatkan salah satu pemain Universitas Safin Pati FC.

"Kedatangan kami untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi," ujar Rafi.

Tak berhenti pada permintaan maaf, Safin Pati memastikan komitmennya untuk mendampingi proses penyembuhan sang pemain hingga tuntas. Seluruh biaya pengobatan, kontrol medis, hingga terapi pemulihan akan menjadi tanggung jawab penuh manajemen.

"Kami sudah menyampaikan kepada Rama dan ibundanya bahwa Safin Pati berkomitmen membantu seluruh pembiayaan pengobatan dan terapi hingga sembuh," tegas Rafi.

Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari keluarga korban. Ibunda Rama mengapresiasi itikad baik yang ditunjukkan manajemen Safin Pati. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kompetisi sepak bola usia muda sehingga para pemain dapat bertanding dengan aman dan menjunjung tinggi sportivitas.

Dalam pertemuan itu, Rafi juga mengetahui adanya ikatan emosional antara Rama dengan dua siswa Safin Pati Sports School, yakni Steven Jalung dan Daffa Zet. Ketiganya pernah berjuang bersama memperkuat tim Elite Pro Academy (EPA) Borneo FC pada musim 2025/2026.

Fakta tersebut semakin menguatkan bahwa insiden di lapangan tidak menghapus hubungan persaudaraan yang telah terjalin di dunia sepak bola pembinaan.

Sebagai bentuk evaluasi internal, Safin Pati Sports School juga mengambil tindakan disiplin terhadap pemain yang terlibat dalam insiden tersebut. Manajemen memastikan sanksi telah dijatuhkan sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus bentuk tanggung jawab institusi.

"Kami telah mengembalikan yang bersangkutan kepada orang tuanya untuk mendapatkan pembinaan. Saat ini dia sudah tidak lagi berstatus sebagai siswa Safin Pati Sports School," ungkap Rafi.

Keputusan tersebut menegaskan bahwa Safin Pati tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas dan pembinaan atlet muda.

Baca Juga: Viral! Tendangan Kungfu Warnai Duel Safin Pati vs BJL 2000 di Piala Soeratin U-17

Di sisi lain, perkembangan kondisi Rama menunjukkan kabar menggembirakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pemain BJL 2000 Semarang itu tidak mengalami patah tulang. Cedera yang dialaminya berupa dislokasi pada bahu kanan sehingga peluang untuk pulih sepenuhnya cukup besar apabila menjalani terapi sesuai prosedur.

"Tidak ada fraktur. Kondisinya dislokasi pada bahu kanan. Kami berharap Rama segera pulih dan dapat kembali beraktivitas, termasuk bergabung lagi bersama tim EPA Borneo FC," tutur Rafi.

Respons cepat yang ditunjukkan Safin Pati menjadi pesan penting bagi dunia sepak bola usia muda. Pembinaan atlet tidak hanya berbicara mengenai teknik bermain dan prestasi, tetapi juga mencakup pendidikan karakter, tanggung jawab, serta keberanian menyelesaikan persoalan secara profesional ketika insiden tak terhindarkan.

Melalui langkah menanggung seluruh biaya pemulihan korban sekaligus memberikan sanksi tegas kepada pelaku, Safin Pati berupaya menunjukkan bahwa nilai sportivitas dan rasa kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kompetisi sepak bola usia dini.

Editor : Mahendra Aditya
Piala Soeratin U-17 2026 Rama Jangkar Safin Pati tanggung biaya pengobatan insiden Piala Soeratin Jawa Tengah Safin pati