PATI – Stadion Joyokusumo lagi-lagi jadi magnet sepak bola nasional. Kali ini giliran Timnas Putri U-16 Indonesia yang menjadikan stadion kebanggaan warga Pati itu sebagai markas sementara untuk mengasah kemampuan jelang tampil di Srikandi Merdeka Cup U-16 2026.
Sejak beberapa hari terakhir, skuad muda Garuda Pertiwi rutin menggelar latihan dengan intensitas tinggi. Targetnya jelas, datang ke turnamen bukan sekadar meramaikan persaingan, tetapi tampil kompetitif saat berlaga di Super Soccer Arena (SSA) Kudus mulai 13 Agustus 2026.
Meski baru memasuki hari-hari awal training camp (TC), semangat para pemain sudah terlihat sejak sesi latihan sore. Umpan-umpan pendek, penyelesaian akhir, hingga kekompakan antarlini terus diasah demi membangun chemistry yang solid.
Pelatih Kepala Timnas Putri U-16, Takumi Taniguchi, mengaku proses pembentukan tim berjalan positif. Menurutnya, para pemain masih saling mengenal karakter satu sama lain, tetapi perkembangan yang ditunjukkan setiap hari cukup menjanjikan.
"Ini baru hari ketiga kami berlatih bersama. Tim ini masih dalam tahap membangun kekompakan, tetapi semuanya berjalan baik karena fasilitas latihan dan tempat menginap sangat mendukung," ujar Takumi usai memimpin latihan.
Pelatih asal Jepang itu bahkan tak ragu memberikan pujian untuk Stadion Joyokusumo. Baginya, kualitas lapangan rumput sintetis menjadi salah satu faktor penting yang membuat sesi latihan berlangsung maksimal.
Menurut Takumi, lapangan dengan standar seperti di Pati menjadi investasi besar bagi masa depan sepak bola Indonesia, terutama untuk pembinaan pemain usia muda.
"Lapangan sintetis seperti ini sangat bagus. Pemain bisa berlatih kapan saja tanpa banyak kendala. Kalau fasilitas seperti ini semakin banyak, perkembangan sepak bola di daerah juga akan semakin cepat," katanya.
Masih tersisa sekitar satu pekan sebelum kick-off Srikandi Merdeka Cup dimulai. Waktu tersebut akan dimanfaatkan tim pelatih untuk mematangkan organisasi permainan, meningkatkan kebugaran pemain, sekaligus mencari komposisi terbaik.
Tak hanya pelatih yang merasa nyaman berada di Pati. Para pemain pun merasakan hal serupa.
Salah satunya adalah Indira Fatimah, pemain muda asal Banjarmasin yang mengaku menikmati setiap sesi latihan selama TC berlangsung. Baginya, kesempatan mengenakan jersey Timnas Putri Indonesia menjadi pengalaman yang membanggakan.
"Saya senang sekali bisa bergabung di Timnas Putri. Lapangannya bagus, suasananya juga nyaman untuk latihan," ujar Indira.
Menariknya, Pati ternyata bukan kota yang asing bagi Indira. Sebelum bergabung dengan Timnas, ia pernah merasakan atmosfer sepak bola di kota tersebut saat mengikuti Liga Anak Indonesia.
Kini, ia datang dengan mimpi yang jauh lebih besar.
Bersama rekan-rekannya, Indira ingin membawa Garuda Pertiwi muda tampil maksimal sekaligus berburu gelar juara di Srikandi Merdeka Cup.
"Target kami tentu ingin menjadi juara. Tapi yang paling penting, kami bisa menunjukkan permainan terbaik di setiap pertandingan," ucapnya penuh optimistis.
Kepercayaan Timnas Indonesia memilih Stadion Joyokusumo sebagai lokasi pemusatan latihan juga menjadi bukti kualitas fasilitas olahraga di Kabupaten Pati. Bahkan, setelah digunakan untuk TC mulai 24 Juli hingga 12 Agustus, stadion ini juga dijadwalkan menjadi lokasi official training bagi tujuh negara peserta Srikandi Merdeka Cup U-16 pada 13–22 Agustus 2026.
Artinya, sebelum aksi para pemain menghiasi lapangan Super Soccer Arena Kudus, Stadion Joyokusumo lebih dulu menjadi "dapur" tempat para talenta muda Asia mempersiapkan diri.
Dengan fasilitas yang terus mendapat apresiasi dan atmosfer latihan yang kondusif, Pati kini bukan hanya menjadi tuan rumah pemusatan latihan, tetapi juga ikut mengambil peran dalam perjalanan lahirnya bintang-bintang baru sepak bola putri Indonesia. (aua/mah)
Editor : Mahendra Aditya