Pelaku Tendangan Brutal di Piala Soeratin Disanksi Berat, SPSS Siap Biayai Pengobatan Korban

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:42 WIB
CEO Safin Pati Sports School Rafi Rizqullah Arifin. (DOK SAFIN PATI SPORTS SCHOOL)
CEO Safin Pati Sports School Rafi Rizqullah Arifin. (DOK SAFIN PATI SPORTS SCHOOL)

PATI – Manajemen Safin Pati Sports School (SPSS) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul insiden yang terjadi dalam laga Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah 2026 pada Senin (27/7).

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada pemain BJL 2000 Rama Jangkar yang menjadi korban, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI, serta seluruh pecinta sepak bola di Indonesia.

Permohonan maaf itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dirilis pihak akademi sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang menjadi perhatian publik.

Dalam keterangannya, SPSS menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan kekerasan di lapangan hijau.

Manajemen menjelaskan bahwa proses pembinaan di akademi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknik bermain sepak bola, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, sikap saling menghormati, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, SPSS menjatuhkan sanksi tegas kepada pemain yang melakukan tendangan berbahaya.

Akademi memutuskan menghentikan proses pembinaan terhadap pemain bersangkutan dan mengembalikannya kepada orang tua sebagai bentuk tindakan disiplin.

Menurut pihak SPSS, insiden tersebut menjadi evaluasi penting bagi lembaga pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.

Selain memberikan sanksi kepada pelaku, SPSS juga menyatakan keprihatinan atas cedera yang dialami Rama Jangkar.

Manajemen memastikan siap bertanggung jawab membantu seluruh proses pengobatan hingga pemain BJL 2000 tersebut pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

Akademi juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku secara profesional.

Dalam pernyataan resminya, SPSS berharap insiden itu dapat menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola untuk selalu mengedepankan sportivitas, mampu mengendalikan emosi, serta menjaga rasa persaudaraan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sementara itu, CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, menegaskan pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan salah satu siswanya.

Ia memastikan pelaku telah menerima sanksi tegas karena aksi tendangan yang dinilai sangat membahayakan keselamatan lawan.

Rafi menegaskan, sebagai lembaga yang bergerak dalam pembinaan pemain usia muda, SPSS tidak pernah mengajarkan perilaku kasar maupun tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas.

Menurutnya, pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan sepak bola di akademi tersebut. (aua)

Editor : Ali Mustofa
tendangan berbahaya manajemen spss tindakan kekerasan sepak bola piala soeratin U-17