PATI – Ruang kelas di 20 sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Pati kini terasa sedikit berbeda. Bukan hanya guru yang berdiri di depan kelas, tetapi juga para seniman lokal yang datang membawa warna, cerita, dan inspirasi.
Melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati menggandeng 20 seniman untuk mendampingi siswa di 20 sekolah. Selama beberapa pekan, anak-anak diajak belajar langsung tentang seni, mulai dari tari, musik, teater, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Program ini bukan sekadar mengajarkan cara tampil di atas panggung. Lebih dari itu, para siswa diajak memahami bahwa seni adalah cara bercerita, mengenal jati diri, sekaligus mencintai warisan budaya daerah.
Baca Juga: Festival Mewarnai PAUD di Rembang Bikin Anak Makin Kreatif, Belajar Jadi Lebih Seru!
Sekretaris Disdikbud Kabupaten Pati, Paryanto, mengatakan setiap sekolah mendapatkan pendampingan dari satu seniman yang telah lolos seleksi dalam program GSMS dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
"Total ada 20 seniman yang mendampingi 20 sekolah. Jadi setiap sekolah memiliki satu mentor yang membimbing siswa selama proses berkarya," jelasnya.
Di tangan para seniman inilah kreativitas siswa mulai diasah. Mereka belajar menari dengan penuh penghayatan, memainkan musik tradisional, mengenal nilai-nilai budaya, hingga memahami filosofi yang tersimpan di balik setiap karya seni.
Suasana belajar pun menjadi lebih hidup. Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak bereksplorasi, berani berekspresi, dan menemukan potensi yang mungkin selama ini belum mereka sadari.
Seluruh proses kreatif tersebut nantinya akan bermuara pada gelar karya, ketika setiap sekolah menampilkan hasil latihan mereka di hadapan masyarakat. Penampilan terbaik bahkan akan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.
Rencananya, puncak pertunjukan digelar pada 25 Agustus 2026 di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Momen itu akan menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka sekaligus membuktikan bahwa seni bisa tumbuh subur sejak usia sekolah.
Bagi Disdikbud Pati, GSMS merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda. Seni dipandang bukan hanya sebagai hiburan, melainkan media untuk menanamkan nilai disiplin, kerja sama, keberanian, hingga rasa cinta terhadap budaya sendiri.
"Seni menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Mereka belajar menghargai proses, bekerja sama, dan mengenal budaya daerahnya," ujar Paryanto.
Program ini juga menghadirkan manfaat bagi para seniman lokal. Mereka memperoleh ruang untuk berkarya sekaligus mewariskan ilmu kepada generasi berikutnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan seni tradisional sekaligus membuka peluang berkembangnya ekonomi kreatif di Kabupaten Pati.
Melalui GSMS, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang lahirnya karya-karya kreatif yang membawa identitas budaya daerah. Ketika anak-anak mulai berani tampil di atas panggung, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan bangga menjadi bagian dari Kabupaten Pati.
Jika konsistensi program ini terus dijaga, bukan tidak mungkin akan lahir seniman-seniman muda berbakat yang kelak membawa nama Pati ke panggung yang lebih luas, sekaligus memastikan seni dan budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (adr/mah)
Editor : Mahendra Aditya