PATI – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Banyutowo, Dukuhseti hingga kini belum beroperasi.
Pemerintah masih mematangkan berbagai persiapan, mulai dari pengelolaan, perizinan, hingga kesiapan sarana dan prasarana agar seluruh layanan dapat berjalan optimal.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa, mengatakan saat ini proses yang dilakukan masih berfokus pada penyiapan sistem pengelolaan.
Dalam tahap tersebut, DKP juga mendapat pendampingan dari tenaga yang ditugaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Masih mengurus pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih. Di antaranya persiapan perizinan, penggunaan sarana prasarana yang ada, dan berbagai kebutuhan lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan menjadi pusat berbagai aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Fasilitas yang disiapkan meliputi pengolahan hasil perikanan, pemasaran, layanan simpan pinjam, pelatihan bagi nelayan dan pelaku usaha pengolahan ikan, penjualan es batu, penyewaan gudang beku (cold storage), hingga rumah singgah.
Meski demikian, seluruh fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan karena masih dalam tahap penyelesaian.
"Belum semuanya siap. Saat ini masih dalam proses penyiapan," katanya.
Sementara itu, warga setempat, Nur Ahmad, mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir.
Namun, hingga kini fasilitas tersebut belum mulai beroperasi.
"Sepertinya masih cukup lama. Setahu saya masih menunggu kesiapan sarana prasarana, termasuk ruang pendingin dan pabrik es," ujarnya.
Nur berharap seluruh fasilitas segera rampung sehingga Kampung Nelayan Merah Putih bisa segera difungsikan.
Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir.
"Kalau sudah beroperasi, tentu ekonomi masyarakat akan bergerak. Banyak warga yang bisa bekerja, sementara nelayan juga tidak kesulitan lagi menjual atau menyimpan hasil tangkapannya," pungkasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa