PATI – Gua Pancur yang berada di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, dinilai masih memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.
Namun, agar mampu menarik lebih banyak pengunjung, kawasan wisata yang berada di Pegunungan Kendeng tersebut masih membutuhkan penataan dan pengembangan yang lebih optimal.
Sebagai salah satu gua karst yang menjadi ikon wisata alam di Pati, Gua Pancur menawarkan keindahan lorong batu kapur yang dialiri sungai bawah tanah.
Lorong gua yang membentang hingga sekitar 800 meter itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang gemar menjelajahi wisata alam.
Tidak hanya itu, kawasan Gua Pancur juga dinilai cocok dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan edukasi luar ruang, seperti outbound, perkemahan, maupun pembelajaran alam bagi siswa sekolah.
Salah seorang pengelola Gua Pancur, Najib, mengatakan masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi agar kawasan wisata tersebut semakin nyaman dikunjungi.
Beberapa di antaranya adalah penataan kios pedagang, penyediaan jaringan listrik, hingga penanganan embung yang berada di depan kawasan gua.
Menurutnya, embung tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wahana permainan air sehingga dapat menambah pilihan aktivitas bagi para wisatawan yang datang ke Gua Pancur.
"Masih banyak yang perlu ditata, mulai dari kios, listrik hingga embung di depan kawasan gua. Beberapa waktu lalu lokasi ini juga sudah ditinjau oleh Plt Bupati Pati," ujar Najib.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan Gua Pancur sehingga destinasi wisata tersebut kembali menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat di Kabupaten Pati maupun wisatawan dari luar daerah.
Meski masih memerlukan berbagai pembenahan, jumlah kunjungan wisatawan saat libur sekolah lalu dinilai masih cukup baik.
Kondisi itu menunjukkan minat masyarakat terhadap wisata alam Gua Pancur masih cukup tinggi.
Sebelumnya, Gua Pancur dikenal sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Pati, terutama bagi rombongan pelajar mulai dari tingkat PAUD, TK hingga sekolah dasar yang kerap mengadakan kegiatan edukasi di lokasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pati sendiri telah mendorong sekolah-sekolah jenjang dasar dan menengah untuk melaksanakan kegiatan outing class di destinasi wisata lokal.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke objek wisata daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Selain membantu menghidupkan sektor pariwisata lokal, pelaksanaan outing class di dalam wilayah Kabupaten Pati juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung orang tua siswa dibandingkan jika kegiatan dilaksanakan di luar kota. (aua)
Editor : Ali Mustofa