PATI – Puluhan pemuda yang diduga berasal dari Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, diduga melakukan penyerangan terhadap warga Desa Ketitangwetan pada (4/7) malam.
Akibat insiden tersebut, empat warga mengalami luka-luka, satu di antaranya mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus menjalani perawatan di puskesmas. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, sekelompok pemuda memasuki permukiman warga sambil membawa sejumlah benda yang diduga berupa kayu, besi, dan batu.
Baca Juga: Pemkab Pati Komitmen Tekan Angka Perkawinan Anak, Tahun 2025 Tembus 278 Kasus
Mereka kemudian diduga merusak sejumlah sepeda motor serta menyerang warga yang berada di sekitar lokasi.
Akibat penyerangan itu, empat warga mengalami luka. Salah seorang korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala sehingga harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
Salah seorang saksi, Pardi, mengatakan peristiwa berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, rombongan pemuda tiba-tiba memasuki desa, merusak kendaraan, kemudian melakukan pemukulan terhadap warga. Hingga kini, penyebab penyerangan tersebut belum diketahui.
"Saya melihat mereka datang bergerombol, merusak motor, lalu memukul warga. Kejadiannya sangat cepat," ujar Pardi.
Korban penyerangan, Nur Dwi Lestari, mengaku menjadi sasaran pemukulan saat berusaha melerai adiknya yang lebih dulu dikeroyok. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka cakar serta memar dan bengkak pada bagian mulut.
"Saya hendak melerai adik saya yang dipukuli, tetapi saya juga ikut dipukul hingga mengalami luka di mulut dan wajah," ungkap Nur.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca Juga: Pemimpin Ponpes Al Anwar Jepara, Tersangka Pencabulan Santriwati Segera Disidangkan
Selain mengakibatkan empat warga terluka, aksi para pelaku juga menyebabkan sejumlah kendaraan bermotor mengalami kerusakan.
Dari empat korban, tiga orang mengalami luka memar, sedangkan seorang korban bernama Alif mengalami luka serius di bagian kepala sehingga harus menjalani perawatan di puskesmas.
Ali meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, aksi serupa disebut telah beberapa kali terjadi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Ali.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Batangan.
Kapolsek Batangan AKP Muhamad Iwan Setiawan mengungkapkan kasus tersebut telah ditanganinya dan telah dilakukan olah TKP.
"Sudah (olah TKP), baru pemeriksaan saksi-saksi dan pengiriman permintaan surat keterangan visum ke puskesmas," paparnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab