Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pengangguran di Pati Capai 29 Ribu Orang, Disnaker Perluas Penempatan Kerja ke Luar Negeri

Ali Mustofa • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:58 WIB
PENCARI KERJA: Pencari kerja mendatangi Disnaker Pati belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH /RADAR KUDUS)
PENCARI KERJA: Pencari kerja mendatangi Disnaker Pati belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH /RADAR KUDUS)

PATI – Angka pengangguran di Kabupaten Pati pada 2026 masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data terbaru, sekitar 29 ribu warga belum memiliki pekerjaan atau setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,71 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto, menjelaskan angka tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi daerah saat ini adalah masih terbatasnya lapangan pekerjaan, khususnya bagi tenaga kerja laki-laki.

Ia mengungkapkan sebagian besar perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pati lebih banyak membutuhkan pekerja perempuan.

Kondisi tersebut membuat peluang kerja bagi laki-laki menjadi lebih sempit sehingga banyak di antaranya memilih merantau atau bekerja ke luar negeri.

Meski demikian, Bambang menilai peluang kerja di Pati masih cukup menjanjikan. 

"Hingga akhir Mei, ada sekitar 6.500 tenaga kerja yang terserap di sejumlah perusahaan di Pati, seperti Sejin, Misaja Mitra, dan perusahaan lainnya," katanya.

Sebagai upaya menekan angka pengangguran, Disnaker Pati terus memperluas akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Jepang dan Korea Selatan menjadi negara tujuan utama karena kebutuhan tenaga kerja di kedua negara tersebut masih cukup tinggi.

Melalui program penempatan tenaga kerja tersebut, Disnaker menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Pati dapat ditekan hingga mencapai 3,5 persen pada akhir 2026.

Bahkan, diperkirakan terdapat sekitar 10 ribu peluang kerja yang dapat dimanfaatkan masyarakat Pati di Jepang dan Korea Selatan.

Selain dua negara tersebut, kesempatan bekerja juga tersedia di Australia, Jerman, dan Polandia.

Namun, jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan ke negara-negara tersebut masih relatif terbatas dibandingkan Jepang dan Korea Selatan.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap perluasan akses kerja, baik di dalam maupun luar negeri, mampu mengurangi jumlah pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lebih banyak kesempatan kerja. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#penempatan tenaga kerja #disnaker pati #pengangguran #pati