PATI – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati menyiapkan pendampingan psikologis bagi sejumlah santri yang berdasarkan hasil asesmen dinilai membutuhkan penanganan khusus.
Langkah tersebut diambil setelah tim psikolog melakukan asesmen menggunakan instrumen resmi yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara mendalam serta alat ukur psikologis untuk mengetahui kondisi emosional para santri.
Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah santri yang mengalami persoalan emosional.
Selain itu, tim juga menemukan indikasi bahwa beberapa anak diduga pernah mengalami tindak kekerasan.
"Ada temuan terkait masalah emosional dan terdapat indikasi bahwa beberapa anak pernah mengalami kekerasan," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan maupun di mana dugaan kekerasan tersebut terjadi.
Menurutnya, pengalaman yang memicu trauma bisa saja berasal dari lingkungan sebelumnya dan tidak selalu terjadi saat anak berada di lembaga pendidikan saat ini.
"Apakah peristiwa itu terjadi ketika mereka masih bersekolah di tempat tertentu atau berasal dari pengalaman masa lalu, kami belum bisa memastikannya. Yang jelas, indikasi tersebut memang ditemukan dalam asesmen," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinsos P3AKB akan memprioritaskan pendampingan terhadap santri yang dinilai paling membutuhkan bantuan.
Program intervensi akan dilakukan melalui treatment psikologis agar kondisi emosional mereka dapat dipulihkan secara bertahap.
"Asesmen lanjutan kami fokuskan pada pendampingan anak-anak yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan perhatian khusus. Itu yang menjadi prioritas kami saat ini," katanya.
Saat ditanya mengenai jumlah santri yang memerlukan pendampingan maupun tingkat keparahan kondisi yang dialami, Aviani belum bersedia membeberkan secara rinci.
Ia menegaskan bahwa hasil asesmen psikologis merupakan informasi yang bersifat rahasia dan termasuk bagian dari catatan medis yang harus dilindungi.
"Laporan yang kami terima masih berupa gambaran umum. Detail mengenai jumlah maupun tingkat kondisi tidak dapat kami sampaikan karena menjadi ranah tim pemeriksa dan merupakan data medis pribadi yang wajib dijaga kerahasiaannya," pungkasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa