Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Heboh! Puluhan Sapi Bantuan di Pati Diduga Dijual, Warga Temukan Kandang Kosong

Ali Mustofa • Rabu, 1 Juli 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi sapi bantuan di Pati diduga dijual dan menjadi tanda tanya msayarakat (ist)
Ilustrasi sapi bantuan di Pati diduga dijual dan menjadi tanda tanya msayarakat (ist)

PATI – Dugaan penyalahgunaan bantuan ternak mencuat di Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Puluhan ekor sapi yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dikabarkan sudah tidak berada di lokasi dan diduga telah dijual, sehingga memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bantuan tersebut awalnya disalurkan kepada kelompok peternak sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Namun, beberapa bulan terakhir keberadaan sapi bantuan itu tidak lagi terlihat.

Salah seorang warga, Jayanto, mengaku mengetahui bahwa bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat.

Menurutnya, sapi-sapi yang semestinya dipelihara oleh kelompok penerima kini sudah tidak ada di kandang.

"Setahu saya bantuan itu dari pemerintah pusat. Tetapi sudah beberapa bulan ini sapinya sudah tidak ada," ujarnya.

Ia menjelaskan, program bantuan ternak tersebut bertujuan mendukung kesejahteraan kelompok petani dan peternak melalui pengembangan usaha bersama.

Namun, manfaat yang diharapkan dinilai tidak terlihat karena keberadaan ternak kini dipertanyakan.

Sejumlah warga juga menilai pelaksanaan program tersebut kurang transparan.

Mereka mengaku tidak pernah memperoleh informasi yang jelas mengenai jumlah sapi yang diterima, siapa yang bertanggung jawab mengelola, maupun mekanisme pemanfaatannya.

"Sejak awal pelaksanaannya tidak terbuka. Kami tidak tahu pasti berapa jumlah sapi yang diterima, siapa pengelolanya, hingga bagaimana sistem pembagiannya. Kalau memang bantuan pemerintah, seharusnya semuanya jelas. Sekarang kandangnya justru kosong," kata seorang warga.

Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa bantuan tidak sepenuhnya dimanfaatkan sesuai tujuan program.

Warga menduga lemahnya pengawasan setelah penyaluran membuka peluang terjadinya penyimpangan.

Menurut mereka, secara administrasi bantuan pemerintah umumnya telah melalui proses verifikasi kelompok penerima, penyaluran, hingga monitoring.

Namun, pengawasan setelah bantuan diterima dinilai belum berjalan maksimal sehingga rawan disalahgunakan.

Persoalan tersebut juga telah dilaporkan masyarakat kepada Polresta Pati.

Meski demikian, hingga kini warga mengaku belum menerima informasi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Pati, Ipda Lilik Riyanto, membenarkan bahwa laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Saat ini penyidik masih mengumpulkan data pendukung serta menelusuri asal-usul dan mekanisme penyaluran bantuan ternak tersebut.

"Masih dalam proses. Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan data pendukung dan pendalaman terkait asal-usul perolehannya," ujarnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#sapi bantuan #ketahanan pangan #pati #Bantuan Ternak #perekonomian masyarakat