PATI - Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa di Kabupaten Pati mengeluhkan keterlambatan pencairan bantuan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Hingga kini, dana bantuan tersebut belum juga diterima sejak periode April 2026.
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati menegaskan bahwa proses pencairan masih berjalan dan saat ini hanya tinggal menunggu tahapan dari pihak penyedia.
Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Sunarji, menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati sudah diselesaikan.
Ia menyebut dokumen pencairan juga telah ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati dan diserahkan kepada pihak terkait untuk diproses lebih lanjut.
Menurutnya, dari sisi pemerintah daerah tidak ada lagi hambatan administratif, sehingga pencairan tinggal menunggu penyelesaian di tahap berikutnya oleh pihak penyedia.
Keterlambatan ini menjadi perhatian ratusan mahasiswa penerima manfaat.
Hingga pertengahan Juni 2026, mereka masih belum menerima kejelasan kapan dana beasiswa akan dicairkan, meski bantuan tersebut biasanya diterima secara rutin setiap bulan.
Salah satu orang tua penerima beasiswa, Sutomo, menilai keterlambatan ini perlu mendapat perhatian dan pengawasan lebih lanjut dari DPRD Kabupaten Pati agar program bantuan pendidikan berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif memiliki peran penting dalam memastikan transparansi serta akuntabilitas program yang menyangkut kebutuhan mahasiswa.
“Ini berkaitan dengan masa depan pendidikan anak-anak. Harus ada pihak yang memastikan persoalan ini segera diselesaikan,” ujarnya.
Sutomo juga mengungkapkan bahwa sejak April hingga Juni 2026, bantuan yang biasanya diterima belum juga cair, padahal sangat membantu kebutuhan kuliah anaknya.
Program beasiswa tersebut sebelumnya merupakan inisiatif Bupati Pati nonaktif, Sudewo, yang ditujukan untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Pendanaannya berasal dari CSR Bank Jateng, Baznas, serta sejumlah perusahaan dan lembaga di Kabupaten Pati.
Program ini diluncurkan melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 28 Juli 2025, dengan total 194 mahasiswa penerima manfaat dan dukungan pendanaan sekitar Rp1,9 miliar dari CSR Bank Jateng. (adr)