SEMARANG – Momen emosional menyelimuti kedatangan Bupati Pati nonaktif, Sudewo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (15/6/2026).
Ribuan pendukung yang sejak pagi sudah memadati area pengadilan tampak larut dalam suasana haru saat melihat langsung kedatangan sang mantan kepala daerah.
Sudewo hadir untuk menjalani sidang perdana terkait dugaan kasus pemerasan dalam pengisian perangkat desa serta dugaan suap proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Setibanya di lokasi, Sudewo keluar dari mobil tahanan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata.
Kehadirannya langsung menjadi pusat perhatian para simpatisan yang memenuhi area sekitar pintu masuk pengadilan.
Sejumlah pendukung terlihat tidak kuasa menahan emosi.
Mereka menangis, mencoba mendekat, hingga berebut untuk sekadar bersalaman dengan Sudewo di tengah penjagaan aparat.
Di tengah kerumunan yang padat, Sudewo sempat berhenti sejenak dan memberikan sapaan kepada para pendukung dari balik pagar pengadilan.
Ia tampak mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan yang diborgol, sambil sesekali memberikan senyuman kepada massa yang terus memanggil namanya.
Meski tidak mengucapkan kata-kata, ekspresi wajah Sudewo yang terlihat emosional langsung disambut teriakan dukungan dari para simpatisan.
Tak sedikit pula yang tampak meneteskan air mata melihat kondisi dirinya sebagai terdakwa.
Suasana haru berlanjut hingga ke ruang sidang Cakra.
Di dalam ruangan tersebut, Sudewo telah ditunggu oleh keluarga dan kerabat dekat yang hadir untuk memberikan dukungan moral.
Tangis pecah ketika istri Sudewo, dr. Atik Kusdarwati, menghampiri dan memeluk suaminya setelah sekian lama tidak bertemu secara langsung sejak penahanan di Rumah Tahanan Kelas I Semarang.
Setelah melepas rompi tahanannya, Sudewo terlebih dahulu menyapa tim penasihat hukum yang mendampinginya dalam proses persidangan. Ia terlihat berbincang singkat sebelum kembali mendekati sang istri.
Suasana ruang sidang sempat kembali hening ketika Sudewo mengusap kepala istrinya yang masih menangis.
Momen tersebut membuat beberapa anggota keluarga dan pengunjung sidang ikut terbawa suasana.
Menjelang dimulainya pembacaan dakwaan, Sudewo dan istrinya tampak duduk berdampingan sambil berbicara pelan di tengah padatnya perhatian pengunjung yang memenuhi ruang sidang.
Sidang perdana ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya dihadiri keluarga dan tim kuasa hukum, tetapi juga ribuan simpatisan dari Kabupaten Pati yang datang ke Semarang untuk memberikan dukungan langsung selama proses hukum berlangsung.
Editor : Ali Mustofa