RADAR KUDUS – Dampak kebakaran yang melanda gudang pabrik PT Dua Putra Utama Makmur di Pati mulai dirasakan oleh para pekerja.
Sekitar 1.200 karyawan disebut terdampak dan berpotensi tidak dapat menjalankan aktivitas kerja seperti biasa.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (6/6) di pabrik yang berada di jalur Pantura Pati–Juwana itu menyebabkan kerusakan cukup parah.
Sekitar 70 persen bangunan dilaporkan hangus terbakar.
Hingga kemarin, kondisi lokasi masih terlihat porak-poranda dan belum ada aktivitas produksi yang berjalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan pekerja di perusahaan tersebut sementara waktu dirumahkan.
Namun, sebagian karyawan masih dipanggil bekerja apabila kondisi dan kebutuhan operasional pabrik memungkinkan.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah isu turut beredar di masyarakat, mulai dari kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga klaim asuransi.
Namun, pihak PT Dua Putra Utama Makmur belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut dan belum merespons upaya konfirmasi melalui pesan singkat.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati menyatakan telah melakukan langkah penanganan dengan berkoordinasi bersama pihak perusahaan untuk memastikan kondisi para pekerja.
Kepala Disnakertrans Pati, Bambang Agus Yunianto, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat terkait persoalan tersebut.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan PHK yang diberlakukan.
“Sudah ada rapat. Sudah dibahas,” ujarnya.
Bambang juga menampik kabar yang menyebut adanya PHK massal. Menurutnya, perusahaan masih mempertahankan para karyawan.
“Pihak perusahaan sudah berkomunikasi. Tidak ada PHK,” tegasnya.
Terkait aktivitas kerja, ia menjelaskan bahwa karyawan tetap dipekerjakan sesuai kebutuhan perusahaan sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen.
“Mereka tetap bekerja. Dari perusahaan, karyawan bekerja sesuai yang dibutuhkan. Hingga saat ini masih dirapatkan,” tambahnya.
Sebelumnya, tim pemadam kebakaran Satpol PP Pati masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran pada Minggu (7/6).
Petugas terus menyemprotkan air ke area yang masih berpotensi panas guna mencegah munculnya titik api baru.
Proses pendinginan dilakukan untuk menurunkan suhu material yang terbakar hingga di bawah titik nyala, sehingga rantai penyebab kebakaran dapat diputus dan lokasi benar-benar dinyatakan aman. (adr)