PATI – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) masih melakukan proses pendinginan di area bekas kebakaran pabrik pengolahan ikan dan daging milik PT Dua Putra Utama Makmur.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian, sumber api yang melahap gudang penyimpanan produk jadi diduga berasal dari bagian sisi timur bangunan.
Oleh karena itu, proses pendinginan difokuskan pada area tersebut untuk mencegah potensi kebakaran ulang.
Kebakaran yang terjadi di pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Pati–Juwana KM 7, Kelurahan Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pati itu terjadi pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 06.00 WIB.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB setelah upaya pemadaman berlangsung kurang lebih sembilan jam.
Sehari setelah kejadian, Minggu (7/6), tim Damkar Satpol PP Pati masih terus melakukan penyiraman di sejumlah titik yang dianggap rawan mengalami panas sisa kebakaran.
Plt. Kepala Satpol PP Pati, Tri Wijanarko, menyampaikan bahwa proses pendinginan masih terus dilakukan secara bertahap.
“Masih dilakukan pendinginan,” ujarnya.
Proses tersebut bertujuan menurunkan suhu material yang terbakar hingga benar-benar berada di bawah titik nyala, sehingga rantai segitiga api, yaitu panas, oksigen, dan bahan bakar, tidak dapat kembali terbentuk.
Sementara itu, Kapolsek Pati Kota Iptu Windartono menjelaskan bahwa area sisi timur pabrik telah menjadi fokus awal penyelidikan karena diduga sebagai titik pertama munculnya api.
“Bagian timur sudah dilakukan penanganan, karena di sana diduga titik awal kebakaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan bersama tim dari Polda Jawa Tengah.
Sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian juga telah dikirim ke Puslabfor Semarang untuk dianalisis lebih lanjut.
“Barang bukti sudah dibawa ke Puslabfor untuk pemeriksaan,” ujarnya.
Dari hasil pendataan sementara, sekitar 70 persen bangunan pabrik dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Gudang penyimpanan produk olahan laut beserta barang siap distribusi juga habis terbakar dan tidak sempat diselamatkan.
Insiden ini berdampak besar terhadap operasional perusahaan, termasuk potensi terganggunya proses produksi dan distribusi dalam waktu dekat.
Pihak kepolisian menyebut kerusakan terjadi pada sebagian besar fasilitas vital pabrik.
“Dampaknya tentu akan berpengaruh pada aktivitas produksi dan karyawan,” pungkasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa