PATI – Kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan ikan milik PT 2 Putra Utama Makmur yang berada di Kabupaten Pati pada Sabtu pagi.
Api yang muncul dari area gudang membuat kepanikan di sekitar lokasi karena disertai kepulan asap hitam tebal yang terlihat sejak pagi hari.
Pantauan di lapangan pada pukul 08.21 WIB menunjukkan api masih belum berhasil dipadamkan.
Kobaran si jago merah terus membesar dan terlihat menjulang tinggi dari dalam kompleks pabrik.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak hilir mudik memasuki area kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
Aparat kepolisian juga terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas.
Salah satu saksi yang tidak mau disebut namanya, mengungkapkan bahwa dirinya melihat awal mula kejadian saat hendak melakukan bongkar muatan ikan di pabrik tersebut sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, ia masih menunggu antrean di luar area pabrik dan melihat adanya percikan api dari dalam gudang yang diduga berasal dari korsleting listrik.
“Dari Batang, Jawa Tengah, mau bongkar. Kelihatan ada percikan api, mungkin dari korsleting listrik. Saya yang pertama lihat, terus satpam keluar, saya masih di luar,” ujarnya di lokasi, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan, saat kejadian kondisi pintu pabrik masih tertutup rapat dan belum ada aktivitas pekerja di dalam area tersebut.
“Masih tertutup semua, saya langsung lapor ke sekuriti sekitar jam 06.00 WIB. Setelah itu api cepat membesar dari dalam,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Pati, Tri Wijanarko, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan unit pemadam kebakaran dari beberapa pos untuk mempercepat penanganan api.
“Damkar dari Pos Pati, Juwana, dan Kayen sudah diterjunkan untuk penanganan di lokasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini petugas masih fokus pada upaya pemadaman, sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran.
“Belum ada kronologi lengkap maupun penyebabnya, petugas masih konsentrasi di lapangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, api masih terus berkobar dan proses pemadaman masih berlangsung di lokasi kejadian.
Editor : Ali Mustofa