RADAR KUDUS - Warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dibuat geger oleh kisah calon pengantin wanita yang kabur beberapa jam sebelum akad nikah berlangsung.
Perempuan berinisial NAS (19) itu akhirnya diputuskan akan menikah dengan kekasihnya sendiri setelah ditemukan bersama di sebuah hotel di Jepara.
Kasus yang menyita perhatian publik ini bermula ketika NAS, warga Kecamatan Tlogowungu, dijadwalkan menikah dengan pria bernama Musalim (32) pada Kamis pagi.
Namun menjelang prosesi akad, calon mempelai wanita justru menghilang dan tidak dapat dihubungi keluarga.
Setelah dilakukan pencarian, polisi menemukan NAS bersama seorang pemuda berinisial DF (18) di kamar hotel kawasan Jepara.
DF diketahui merupakan kekasih yang diduga mengajak NAS kabur sebelum hari pernikahan.
Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung mempertemukan seluruh keluarga terkait untuk melakukan mediasi.
Pertemuan tersebut melibatkan keluarga calon pengantin pria, keluarga NAS, serta keluarga DF.
Hasil mediasi pertama menyepakati bahwa pihak calon pengantin pria memilih membatalkan rencana pernikahan.
Musalim dan keluarganya disebut menerima keputusan tersebut meski sebelumnya seluruh persiapan pernikahan telah dilakukan.
Setelah itu, mediasi kedua dilakukan antara keluarga NAS dan keluarga DF. Dari pembicaraan tersebut, kedua keluarga sepakat untuk segera menikahkan NAS dengan DF dalam waktu dekat.
Menurut keterangan kepolisian, keputusan itu diambil demi menghindari konflik berkepanjangan antar keluarga sekaligus menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Hingga kini, proses penyelesaian kasus masih terus dipantau aparat setempat.
Kasus ini menjadi perbincangan luas di media sosial karena dianggap tidak biasa. Sejumlah warga juga menyoroti besarnya dampak sosial dan kerugian yang dialami pihak calon pengantin pria akibat batalnya akad di hari pelaksanaan.
Berdasarkan laporan berbagai media lokal di Jawa Tengah dan keterangan resmi kepolisian setempat, pihak keluarga juga sempat membahas tanggung jawab biaya persiapan pernikahan yang telah dikeluarkan sebelum akhirnya dicapai kesepakatan damai.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan kesiapan kedua calon mempelai sebelum memasuki jenjang pernikahan agar tidak menimbulkan persoalan besar bagi keluarga masing-masing.
Editor : Mahendra Aditya