Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo Kecamatan Winong benar benar berdampak nyata bagi warga.
Betonisasi jalan pertanian sukses menjadikan perekonomian makin hidup.
Pembangunan sumur bor di lima titik membuat petani tak risau lagi untuk memenuhi kebutuhan air di musim kemarau.
ACHMAD ULIL ALBAB, Pati
Matahari bersinar terang di langit Desa Godo Kecamatan Winong. Cuaca panas terasa sedikit menyengat kulit.
Sesekali semilir angin Pegunungan Kendeng terasa menyapu badan, memberikan satu kesegaran tersendiri.
Namun cuaca yang panas itu tidak menjadi penghalang semangat Satgas TMMD dan warga setempat yang bergotong royong dalam membangun berbagai program fisik.
Salah satu sasaran program unggulan adalah pembangunan sumur bor untuk area pertanian. Total ada 5 titik pembangunan sumur bor.
Selain konsumsi warga, sumur bor ini menjadi harapan baru bagi pertanian di desa yang berada di lereng Pegunungan Kendeng ini.
Sukiman, salah seorang warga sangat bersyukur, melihat suksesnya pembangunan sumur bor ini.
Ia langsung membasuh wajahnya dengan air yang baru keluar. Wajahnya berbinar binar.
Menurut Sukiman air yang mengalir dari sumur bor ini menjadi angin segar bagi pertanian di desa ini.
Sawah-sawah kini tak lagi bergantung pada curah hujan, harapan baru bagi peningkatan produktivitas pertanian di desa ini.
Kini sawah-sawah tidak hanya bergantung air dari curah hujan, tapi dengan adanya sumur bor ini keperluan irigasi sawah dapat terpenuhi. Bisa mendukung pertanian di desa kami, paparnya.
Program TMMD Reguler ke-128 ini kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Dengan selesainya titik pertama sumur bor ini, diharapkan manfaatnya terus dirasakan secara luas, sekaligus memperkuat kesejahteraan warga dan kemanunggalan TNI bersama rakyat di Kabupaten Pati.
Selain itu pada program TMMD ini sasaran fisik lainnya yang sangat penting adalah betonisasi jalan desa di area pertanian, jalan ini sekaligus menjadi jalan penghubung antar desa.
Jalan yang dibeton sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 0,16 meter, jalan ini menjadi akses vital bagi aktivitas warga.
Pembangunan jalan ini membelah area persawahan yang selama ini menjadi jalur utama para petani.
Sebelumnya, kondisi jalan masih berupa tanah dan kerap menyulitkan mobilitas, terutama saat musim hujan.
Dengan adanya betonisasi, diharapkan akses transportasi hasil pertanian menjadi lebih lancar dan efisien.
Pembangunan jalan ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Melalui program TMMD ini, kami berupaya membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, terang Dansatgas TMMD Reguler ke-128, Letkol Arm Timotius Yogi.
Selain itu, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pertanian, dan keagamaan juga berjalan dengan baik berkat sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Sementara itu Ketua Tim Wasev TMMD, Brigjen TNI Frengki Jan Hardy Watuseke memberikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim Pati yang dinilai berjalan optimal dan tepat sasaran.
Pihaknya juga apresiasi kepada seluruh personel Satgas TMMD, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan program TMMD di wilayah Kabupaten Pati.
Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Karena itu, seluruh program harus dilaksanakan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menilai sasaran program TMMD kali memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Ini merupakan program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan TNI menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga pelosok desa, terang Chandra.
Chandra berharap, melalui program TMMD ini, kesejahteraan masyarakat Desa Godo dapat meningkat seiring dengan membaiknya infrastruktur,.
Seperti akses jalan pertanian yang sudah mulus, ketersediaan air untuk irigasi sawah melalui pembangunan sumur bor.
Serta berbagai keterampilan lain yang diajarkan seperti penyuluhan penggemukan sapi, pengolahan kotoran sapi untuk pupuk.
Hingga pembuatan mikroba untuk produktivitas pertanian dan menyuburkan tanah.
Editor : Ali Mustofa