PATI – Satreskrim Polresta Pati masih menelusuri keterlibatan seorang pria bernama Kuswandi dalam perkara dugaan tindak pidana yang menjerat Ashari alias Mbah Walid.
Nama Kuswandi mencuat karena disebut berperan penting dalam mengungkap keberadaan tersangka hingga akhirnya berhasil diamankan.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menjelaskan bahwa informasi awal yang mengarah pada penangkapan Ashari berasal dari Kuswandi.
Meski demikian, polisi belum menutup kemungkinan adanya pendalaman lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan lain dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Menurutnya, saat ini status Kuswandi masih sebagai saksi.
Penyidik masih terus mengumpulkan bukti serta keterangan tambahan guna memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam perannya.
Kuswandi diketahui menjadi penghubung yang mampu berkomunikasi dengan tersangka. Informasi mengenai lokasi Ashari di wilayah Wonogiri disebut berasal darinya.
Bahkan, pihak keluarga tersangka dikabarkan tidak dapat menghubungi Ashari, sementara Kuswandi justru memiliki akses komunikasi tersebut.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa total 17 orang saksi.
Selain Kuswandi, pemeriksaan juga mencakup saksi ahli pidana, tim medis yang melakukan visum, hingga keluarga inti tersangka.
Seluruh keterangan masih dirangkai untuk memastikan setiap pihak yang terlibat mendapatkan proses hukum yang tepat.
Di sisi lain, Kuswandi membantah tudingan bahwa dirinya membantu pelarian tersangka.
Ia mengaku berada di luar kota untuk mencari penasihat hukum bagi Ashari.
Ia juga menegaskan tidak memiliki hubungan dekat dengan pendiri Yayasan Ndolo Kusumo tersebut dan menyebut perkenalan mereka hanya sebatas urusan bantuan hukum melalui lembaga bantuan hukum (LBH). (adr)
Editor : Ali Mustofa