PATI – Suasana Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati kini tampak sunyi tanpa aktivitas.
Kondisi tersebut terjadi setelah mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pengasuh pondok, Ashari.
Hingga saat ini, sosok yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu masih belum berhasil diamankan dan keberadaannya belum diketahui secara pasti.
Dari penelusuran di lapangan, tersangka diduga telah meninggalkan Pulau Jawa dan berada di luar daerah bersama seseorang yang disebut sebagai perantara santri asal Kalimantan.
Informasi ini disampaikan warga setempat yang memilih tidak disebutkan identitasnya.
“Informasinya pengasuh sudah pergi ke Kalimantan. Ia ikut salah satu perantara santri dari sana,” ungkap sumber tersebut.
Warga juga mengaku heran karena pihak kepolisian masih melakukan upaya pemanggilan, meskipun tersangka diduga telah lama meninggalkan wilayah tersebut.
Pada Senin (4/5) malam, sekitar pukul 23.00, aparat kepolisian diketahui mendatangi lingkungan pondok pesantren serta rumah kerabat tersangka untuk menelusuri keberadaannya.
“Semalam polisi datang ke pondok dan ke keluarga pelaku. Padahal pelaku ini orang sini,” tambahnya.
Perwakilan pemuda Desa Tlogosari, Ahmad Nawawi, menyampaikan bahwa Ashari sudah tidak tinggal di kediaman sekaligus pondok sejak kurang lebih dua bulan lalu.
Hingga kini, warga tidak mengetahui tujuan pasti kepergiannya.
Menurut Nawawi, kegiatan di pesantren berhenti total, termasuk aktivitas santri putri.
Ia menegaskan, tersangka sudah lama tidak terlihat di sekitar lokasi dan diduga sengaja menghindar.
Nawawi juga menerima informasi bahwa terakhir kali Ashari terlihat pada Minggu malam menjelang Senin di wilayah Rejenu, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Di lokasi tersebut, tersangka disebut biasa menjalankan kegiatan spiritual rutin setiap malam Senin.
Meski begitu, kabar mengenai posisi pasti tersangka masih simpang siur.
Sebagian warga menyebut ia telah menghilang sejak dua hingga tiga bulan lalu, namun hingga kini belum ada kepastian terkait lokasi pelariannya.
Menanggapi belum tertangkapnya tersangka, Nawawi mendesak Polresta Pati untuk segera bertindak tegas agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat maupun potensi korban baru.
Ia menegaskan, warga siap kembali menggelar aksi demonstrasi di Mapolresta Pati jika aparat dinilai lamban dalam menangani perkara ini.
Ia juga menilai kasus tersebut telah mencoreng nama baik dunia pesantren serta Desa Tlogosari.
Bahkan sebelum kasus ini mencuat ke publik, warga disebut telah merasakan kegelisahan akibat dugaan praktik pemerasan, penipuan, hingga pelecehan seksual terhadap santri putri di bawah umur. (adr)