PATI - Tambang galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, mengalami longsor pada siang hari.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran.
Informasi mengenai kejadian ini sempat beredar di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, terlihat bukit tambang mengalami longsor dan sejumlah warga berdatangan ke lokasi.
Disebutkan pula bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan menimbulkan korban jiwa.
Warga Sukolilo, Slamet Riyanto, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, longsor terjadi saat aktivitas penambangan galian C masih berlangsung.
Material tambang tiba-tiba runtuh dan menimpa dua orang pekerja, yakni sopir truk dan operator alat berat.
Menurut Slamet, kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB.
Dalam insiden itu, sopir truk dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa material, sementara operator alat berat mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Slamet juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama kelompok Sukolilo Bangkit telah berulang kali melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas tambang di wilayah tersebut sejak April 2025.
Penolakan itu didasari oleh dugaan kerusakan lingkungan, tidak adanya izin resmi, serta insiden longsor yang beberapa kali menimbulkan korban jiwa.
Ia menyebut, meski sempat ditutup, aktivitas tambang kembali beroperasi.
Sementara itu, Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan membenarkan adanya kejadian longsor di lokasi tambang tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.
Polisi juga memastikan adanya satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
"Baru saja, ini kami baru ke lokasi kejadian. Ini masih olah TKP. iya meninggal satu," tandasnya. (adr)
Editor : Faidhil Falah