Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bangunan Tua Jadi Sorotan, Pati Bentuk Tim Cek Sekolah

Achmad Ulil Albab • Senin, 13 April 2026 | 17:04 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra memenuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra

PATI – Ambruknya salah satu bangunan sekolah dasar di Kabupaten Pati menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Peristiwa tersebut bukan sekadar insiden tunggal, melainkan membuka fakta yang lebih dalam: banyak gedung sekolah masih bertumpu pada konstruksi lama yang rawan rusak dan minim perawatan.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, merespons situasi ini dengan langkah strategis. Pemerintah kabupaten akan membentuk tim khusus untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi seluruh gedung sekolah di wilayahnya. Fokusnya bukan hanya pendataan, tetapi memastikan keamanan fisik bangunan yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami akan bentuk tim untuk mengecek kondisi riil semua sekolah. Banyak bangunan masih berasal dari era inpres lama, sehingga perlu evaluasi menyeluruh terkait kelayakannya,” ujar Chandra saat bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Langkah ini muncul setelah insiden robohnya gedung SDN Mencon di Kecamatan Pucakwangi pada 12 April lalu. Beruntung, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa karena berlangsung saat hari libur. Namun, situasi itu menyisakan kekhawatiran besar jika kejadian serupa terjadi saat aktivitas sekolah berlangsung.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk tidak lagi menunda evaluasi infrastruktur pendidikan. Dalam laporan yang disampaikan kepada pemerintah pusat, Chandra mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah di Pati tidak merata. Sebagian besar masih menggunakan konstruksi lama yang dibangun puluhan tahun lalu melalui program Instruksi Presiden (Inpres).

Bangunan jenis ini, meskipun pernah menjadi solusi cepat untuk pemerataan pendidikan di masa lalu, kini menghadapi tantangan usia. Banyak di antaranya mengalami penurunan kualitas struktur akibat faktor usia, cuaca ekstrem, serta minimnya renovasi berkala.

Tak hanya satu kasus, data yang dihimpun pemerintah daerah menunjukkan ada setidaknya 19 bangunan sekolah lain yang juga dalam kondisi tidak layak. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di wilayah rawan bencana seperti Sukolilo, Kayen, Gabus, dan Juwana.

Faktor bencana alam menjadi variabel tambahan yang memperparah kondisi. Banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah membuat struktur bangunan semakin rentan. Tanpa intervensi cepat, risiko kerusakan bahkan keruntuhan semakin besar.

Di sinilah peran tim khusus menjadi krusial. Tim ini akan bertugas melakukan inventarisasi detail, mulai dari kondisi struktur bangunan, usia konstruksi, hingga tingkat risiko kerusakan. Hasil dari audit tersebut nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan, termasuk prioritas perbaikan dan pengajuan anggaran ke pemerintah pusat.

Langkah ini juga selaras dengan program revitalisasi sekolah yang tengah digencarkan pemerintah. Dalam kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Pati, program revitalisasi tahun anggaran 2025 resmi diluncurkan di SMP Negeri 8 Pati.

Program tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas infrastruktur pendidikan di daerah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan perbaikan jauh lebih besar dari yang selama ini diproyeksikan.

Pemerintah daerah pun tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci, terutama dalam hal pendanaan. Dengan jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan cukup banyak, alokasi anggaran daerah dinilai belum mampu menutup seluruh kebutuhan.

Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Gedung sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tempat anak-anak belajar dan berkembang. Ketika struktur bangunan tidak lagi aman, maka proses pendidikan pun berada dalam risiko.

Audit menyeluruh yang akan dilakukan di Pati menjadi langkah penting dalam memetakan persoalan secara komprehensif. Tidak hanya untuk penanganan jangka pendek, tetapi juga sebagai dasar perencanaan pembangunan pendidikan yang lebih berkelanjutan.

Jika langkah ini berjalan efektif, Pati berpotensi menjadi contoh bagaimana daerah merespons krisis infrastruktur pendidikan secara cepat dan terukur. Sebuah pendekatan yang tidak hanya reaktif terhadap bencana, tetapi juga proaktif dalam mencegah risiko di masa depan.

Pada akhirnya, persoalan ini mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga oleh kondisi ruang belajar yang aman dan layak. Tanpa itu, proses pendidikan akan selalu dibayangi ancaman yang tak terlihat, namun nyata.

Editor : Mahendra Aditya
#gedung sekolah Pati #sekolah roboh Pucakwangi #audit sekolah Pati #bangunan inpres lama #revitalisasi sekolah 2025