PATI – Pintu air nomor delapan di Bendung Wilalung, Kudus, dibuka pada Senin (13/4) dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter dan mengalir ke arah Sungai Juwana. Kondisi ini membuat warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Salah satu warga Kudus, Nurhendra, menilai pembukaan pintu air tersebut perlu dicermati secara serius, apalagi dalam beberapa hari terakhir curah hujan tergolong tinggi. Ia juga mengingatkan adanya kejadian banjir di wilayah perbatasan Kudus sebelumnya yang bisa menjadi sinyal meningkatnya debit air.
Menurut pengamatannya, kondisi cuaca di wilayah hulu masih didominasi awan tebal dan berpotensi diguyur hujan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik dalam menghadapi situasi tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, mengaku belum menerima laporan resmi terkait pembukaan pintu air tersebut. Namun, ia menyebut jika benar dilakukan, langkah itu berpotensi meningkatkan tinggi muka air (TMA) di Sungai Juwana.
Meski demikian, ia memastikan kondisi TMA saat ini masih dalam batas aman dan belum menimbulkan dampak di wilayah sekitar aliran sungai. Hingga saat ini juga belum ada laporan terkait banjir akibat luapan Sungai Juwana.
Walau begitu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai tetap diminta siaga, mengingat intensitas hujan cenderung meningkat, terutama pada sore hingga malam hari. Warga diharapkan lebih berhati-hati guna mengantisipasi kemungkinan genangan maupun banjir.
Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah sektor pertanian. Lahan persawahan di sekitar Sungai Juwana berpotensi terdampak, terutama tanaman padi yang masih dalam tahap awal pertumbuhan. Petani disarankan memaksimalkan penggunaan pompa air untuk mengurangi genangan di area sawah.
Sebagai langkah pencegahan, warga juga diminta aktif memantau kondisi tanggul di wilayah masing-masing agar tetap aman dan tidak mengalami kerusakan. Hal ini penting untuk mencegah luapan air yang bisa masuk ke permukiman warga. (adr/mah)
Editor : Mahendra Aditya