Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Larung Kepala Kerbau Jadi Puncak Sedekah Laut Nelayan Desa Bajomulyo Pati Berlangsung Meriah

Ali Mustofa • Senin, 30 Maret 2026 | 15:46 WIB
DILARUNG: Warga Desa Bajomulyo, Juwana berdoa bersama di tengah peraian Juwana kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
DILARUNG: Warga Desa Bajomulyo, Juwana berdoa bersama di tengah peraian Juwana kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI – Tradisi sedekah laut kembali digelar para nelayan Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dengan melarung kepala kerbau ke Laut Jawa.

Ritual tahunan ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil tangkapan sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberi keselamatan saat melaut.

Sejak pagi hari, kawasan Pelabuhan Juwana di Desa Bajomulyo telah dipenuhi warga.

Deretan kapal yang bersandar di dermaga tampak menjadi latar kesibukan masyarakat yang menyiapkan prosesi adat turun-temurun tersebut.

Aktivitas warga mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi sedekah laut yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi ini kembali digelar sebagai ungkapan syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut.

Beragam sesaji disiapkan, mulai dari kepala kerbau, pisang, jajanan pasar, hingga bubur tujuh rupa.

Seluruhnya ditata rapi sarat makna sebagai simbol doa, harapan keselamatan, serta keberkahan rezeki di masa mendatang.

Prosesi dimulai dengan kirab warga yang membawa sesaji. Menariknya, sesaji ditempatkan di atas miniatur kapal berbahan janur.

Arak-arakan berlangsung meriah diiringi musik tradisional yang menambah suasana semarak sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat kampung nelayan.

Rombongan kemudian bergerak menuju dermaga. Sesaji bersama tokoh masyarakat diangkut ke kapal yang telah disiapkan.

Tak lama berselang, kapal-kapal mulai berlayar menuju laut lepas, menyusuri perairan Juwana selama kurang lebih setengah jam.

Setibanya di tengah laut, suasana berubah khidmat. Para tokoh agama dan masyarakat memimpin doa bersama dari atas kapal.

Doa dipanjatkan untuk memohon perlindungan bagi nelayan yang setiap hari menghadapi risiko di laut, sekaligus berharap hasil tangkapan yang melimpah di masa mendatang.

Setelah doa selesai, prosesi inti pun dilaksanakan. Sesaji, termasuk kepala kerbau, dilarung perlahan ke laut.

Ombak yang bergulung pelan seakan menjadi saksi persembahan tersebut, jadi simbol harapan agar para nelayan selalu diberi keselamatan dan kelancaran rezeki.

Ketua Panitia Sedekah Laut, Heri Budianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari kehidupan spiritual sekaligus budaya masyarakat nelayan.

Selain sebagai ungkapan syukur, sedekah laut juga diyakini sebagai ikhtiar menolak bala agar nelayan terhindar dari bahaya saat melaut.

Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi warga.

Rangkaian acara bahkan telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui pertunjukan wayang kulit, ketoprak, salawatan, hingga pengajian yang turut memeriahkan suasana.

Heri berharap tradisi ini dapat terus dijaga dan berkembang di masa mendatang.

Baginya, sedekah laut bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber harapan bagi kehidupan para nelayan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengapresiasi masyarakat nelayan Bajomulyo yang terus melestarikan tradisi sedekah laut.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni budaya, melainkan wujud nyata rasa syukur atas rezeki dari laut.

Menurutnya, tradisi larung sesaji juga memperkuat kebersamaan serta gotong royong masyarakat pesisir.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan nelayan tidak hanya bertumpu pada hasil tangkapan, tetapi juga pada solidaritas dalam menghadapi tantangan di laut.

Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Pati.

Harapannya, kesejahteraan nelayan terus meningkat melalui peningkatan fasilitas, akses, serta perlindungan bagi pelaku usaha perikanan.

Di akhir sambutannya, ia berharap tradisi sedekah laut dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar keberkahan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah selalu menyertai masyarakat nelayan di masa mendatang. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#juwana #pati #sedekah laut #rasa syukur