PATI - Ratusan kapal yang parkir memenuhi alur Sungai Juwana kembali memicu kekhawatiran saat musim hujan tiba.
Kondisi tersebut dinilai menghambat aliran sungai dari hulu ke hilir dan berpotensi memperparah banjir. Optimalisasi tambat kapal dinilai jadi solusi.
Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pati, Baskoro, mendorong adanya tindak lanjut konkret terhadap optimalisasi dermaga sandar kapal yang saat ini telah terbangun.
Baca Juga: Menu MBG di Kabupaten Pati Disorot, Paket Telur Puyuh dan Roti Dinilai Tak Sesuai Harapan
Ia menilai, percepatan realisasi tersebut penting agar saat kapal-kapal kembali dari melaut menjelang maupun setelah Lebaran tidak terjadi penumpukan yang berisiko membahayakan satu sama lain.
Selain itu, Baskoro berharap kepemimpinan saat ini tetap melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya agar arah pembangunan Kabupaten Pati tetap berjalan sesuai jalur.
Ia juga meminta evaluasi segera dilakukan terhadap sejumlah program yang masih tersendat, sehingga tidak menjadi beban daerah maupun menurunkan kepercayaan masyarakat.
Ia pun berpesan agar pimpinan daerah tetap bersemangat dalam menjalankan roda pemerintahan serta melibatkan tokoh masyarakat lintas sektor ketika mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan publik.
Di sisi lain, persoalan kapal yang bersandar di aliran Sungai Juwana kembali mencuat saat musim hujan.
Parkir kapal yang memadati sungai diduga menghambat aliran air dari hulu ke hilir dan berpotensi memperparah banjir.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengakui bahwa persoalan tersebut masih menjadi perhatian serius.
Baca Juga: Berpotensi Ganggu Puasa, Ada Madrasah di Pati menolak MBG, Ini Penjelasan Kemenag
Namun ia optimistis kondisi bisa membaik apabila kolam tambat kapal segera difungsikan.
Keluhan juga datang dari warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kartono.
Ia menyebut padatnya kapal yang parkir di Sungai Juwana memperburuk situasi banjir, mengingat sebagian besar wilayah terdampak berada di sepanjang bantaran sungai.
Daerah genangan itu meliputi Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota, Jakenan, hingga Juwana.
Menurutnya, jumlah kapal yang bersandar diperkirakan lebih dari 500 unit dan hampir memenuhi alur sungai.
Baca Juga: Saat Sahur Diguncang Gempa 2,1 SR, Warga Pesisir Pati Diminta Waspada
Kepadatan terlihat mulai dari sisi utara jembatan hingga ke arah muara, tepatnya kawasan Desa Bendar yang berbatasan dengan Desa Bajomulyo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati, Hadi Santosa, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada perkembangan pembangunan.
Meski demikian, pihaknya telah mengajukan usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi sentra industri perikanan. (adr)
Editor : Ali Mustofa