PATI – Paket sederhana berisi telur puyuh, roti, dan jeruk nipis menjadi sorotan masyarakat setelah fotonya beredar luas di media sosial.
Paket tersebut diketahui merupakan bagian dari menu program makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada awal pekan ini.
Berdasarkan pantauan harga di pasar tradisional wilayah Kabupaten Pati, satu paket yang terdiri dari sekitar lima butir telur puyuh, satu roti bun kecil, dan satu buah jeruk nipis diperkirakan bernilai antara Rp6.000 hingga Rp8.000.
Baca Juga: Menu MBG Awal Ramadan di SD Blora Dinilai Minimalis, Sekolah Akui Kandungan Gizi Kurang
Jika dihitung secara rinci, harga telur puyuh di pasaran berkisar Rp400 sampai Rp600 per butir.
Dengan jumlah lima butir, total harganya mencapai sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000.
Salah seorang pedagang kelontong di Pati menyebutkan harga tersebut bergantung pada ukuran telur, yang biasanya dijual dalam kemasan kecil.
Sementara itu, roti berukuran kecil dijual dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per buah.
Pedagang menjelaskan, harga kulakan roti kecil berkisar Rp1.500 per buah, kemudian dijual kembali sekitar Rp2.000-an, tergantung jenis dan kualitas.
Untuk jeruk ukuran sedang, pedagang membanderol harga antara Rp1.000 hingga Rp1.500 per buah.
Baca Juga: Berpotensi Ganggu Puasa, Ada Madrasah di Pati menolak MBG, Ini Penjelasan Kemenag
Penjual umumnya menjual jeruk dalam satuan kilogram dengan harga sekitar Rp12.500 per kilogram, meski harga dapat bervariasi.
Sejumlah pedagang menilai harga bahan tersebut masih relatif stabil dan belum mengalami lonjakan berarti dalam beberapa pekan terakhir.
Perbedaan harga biasanya dipengaruhi ukuran barang serta lokasi lapak di pasar. Mereka memperkirakan kenaikan harga baru terjadi menjelang Lebaran.
Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, paket makanan dengan nilai di bawah Rp10.000 tersebut dinilai masih terjangkau bagi sebagian masyarakat.
Bahkan, menurut pedagang, nilai paket tersebut diperkirakan tidak sampai Rp8.000.
Sementara itu, warga Pati Kota, Puput Wijayanti, mengungkapkan bahwa pada Senin (23/3) anaknya yang bersekolah di SDN Ngarus menerima menu MBG berupa roti, telur rebus, dan susu kemasan.
Pada akhir pekan sebelumnya, menu bahkan dibagikan sekaligus untuk dua hari.
Ia memperkirakan harga satu porsi MBG yang diterima anaknya berkisar Rp10.000 dan tidak mencapai Rp15.000.
Puput mengaku mengetahui kisaran harga tersebut karena memiliki usaha warung.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, karena dinilai belum sesuai dengan ketentuan anggaran per porsi yang seharusnya sekitar Rp15.000.
Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan pembagian bantuan, karena anaknya yang masih kecil tidak menerima paket makanan dengan alasan ibunya masih menyusui.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut perlu ditinjau kembali agar lebih tepat sasaran dan sesuai harapan masyarakat. (adr)