Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Depresi dan Tekanan Hidup, Perempuan Muda di Pati Malah Maling Motor

Andre Faidhil Falah • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:26 WIB
Ilustrasi penangkapan maling perempuan
Ilustrasi penangkapan maling perempuan

PATI — Tekanan psikologis yang dialami seorang perempuan muda diduga berujung pada insiden di area parkir karyawan PT Djarum, Margoyoso, Kabupaten Pati.

Perempuan berusia 25 tahun itu diamankan polisi setelah kepergok mencoba membawa kabur sepeda motor milik karyawan.

Sepeda motor yang menjadi sasaran adalah Honda Vario putih milik Sukarnik (44), warga Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil.

Kendaraan itu terparkir di lahan milik Choirul Huda, yang selama ini digunakan sebagai tempat parkir karyawan PT Djarum.

Kapolsek Margoyoso AKP Joko Triyanto menjelaskan, aksi NK pertama kali diketahui oleh petugas jaga parkir yang melihat gerak-gerik mencurigakan.

Saksi mendapati pelaku tengah berusaha menyalakan sepeda motor milik korban.

Khawatir motor tersebut dibawa kabur, saksi langsung mengamankan NK sebelum sempat keluar dari area parkir.

“Pelaku diamankan oleh saksi dan dibawa ke rumah pemilik lahan parkir untuk menunggu kedatangan petugas,” ujar AKP Joko.

Tak lama setelah menerima laporan, anggota Polsek Margoyoso mendatangi lokasi dan membawa NK ke kantor polisi guna dilakukan klarifikasi lebih lanjut.

Dalam proses penanganan, polisi turut menghadirkan orang tua NK serta perangkat desa dari Bulumanis Kidul, tempat NK berdomisili.

Dari hasil klarifikasi tersebut, diketahui bahwa NK diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Berdasarkan keterangan keluarga dan perangkat desa, yang bersangkutan mengalami tekanan psikologis akibat persoalan keluarga dan telah menunjukkan perilaku tidak wajar sebelumnya.

“Informasi dari keluarga menyebutkan bahwa yang bersangkutan mengalami depresi,” jelas AKP Joko.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, polisi kemudian memfasilitasi mediasi antara korban dan keluarga NK.

Dalam pertemuan itu, korban menyatakan memaafkan dan sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.

“Korban menerima penyelesaian damai, sehingga kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan,” tegas Kapolsek.

Usai mediasi, NK diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pengawasan dan pendampingan lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau keluarga agar memberikan perhatian khusus guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. (adr)

 

Editor : Ali Mustofa
#pati #sepeda motor #polisi #tekanan psikologis