PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah penyidikan lanjutan dengan menggeledah rumah dinas Bupati Pati Sudewo yang berada satu kawasan dengan Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Kamis.
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sebelumnya.
Seorang staf di lingkungan Kantor Bupati Pati yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan adanya aktivitas penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK, baik di rumah dinas bupati maupun di kantor bupati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan telah dimulai sejak Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Sejumlah kendaraan roda empat berwarna hitam tampak terparkir di depan Pendopo Kabupaten Pati.
Tercatat tiga kendaraan menggunakan pelat nomor H dan satu kendaraan berpelat nomor AB.
Pengamanan ketat juga terlihat di sekitar lokasi. Beberapa personel kepolisian bersenjata laras panjang disiagakan di depan pendopo guna menjaga keamanan selama proses penggeledahan berlangsung.
Aktivitas tim penyidik KPK terpantau berpindah-pindah lokasi. Mereka terlihat masuk ke rumah dinas bupati, kemudian menuju ruang kerja bupati, sebelum kembali lagi ke rumah dinas.
Sebagaimana diketahui, KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pati Sudewo pada Senin (19/1) dini hari.
Usai penangkapan tersebut, Sudewo menjalani pemeriksaan di Mapolres Kudus dengan memanfaatkan salah satu ruang pemeriksaan.
Baca Juga: Menyusuri Kampung Halaman Sudewo, Warga Syok Bupati Pati Terjaring OTT KPK
Setelah proses pemeriksaan selesai, tim penyidik KPK bertolak menuju Semarang dengan pengawalan dari Unit Patwal Satlantas Polres Kudus.
Pada hari yang sama, tim penyidik KPK juga menggeledah Kantor Bupati Pati pada Kamis (22/1) siang.
Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka penyidikan perkara dugaan pemerasan terkait praktik jual beli jabatan perangkat desa yang menjerat Sudewo sebagai tersangka.
Dari pantauan di lapangan, rombongan KPK tiba di kompleks Kantor Bupati Pati menggunakan lima unit mobil berpelat nomor putih.
Jumlah penyidik yang memasuki area perkantoran diperkirakan mencapai belasan orang.
Baca Juga: Selain Perkara Desa, Bupati Pati Sudewo Juga Dijerat Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api
Dalam proses tersebut, aparat kepolisian turut diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
Sejumlah petugas berjaga di luar gedung dengan senjata laras panjang guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Tim penyidik KPK juga membawa sejumlah peralatan pendukung, seperti kamera video dan tripod.
Beberapa penyidik mengenakan rompi KPK, sementara sebagian lainnya tidak menggunakan rompi dan terlihat mengenakan masker.
Penggeledahan di Kantor Bupati Pati dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga pukul 14.25 WIB, tim penyidik masih berada di lokasi dan terus menyisir sejumlah ruangan.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pati, Teguh Widiatmoko, mengaku tidak mengetahui adanya penggeledahan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa saat kegiatan berlangsung, dirinya bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sedang mengikuti rapat terkait penanganan banjir.
“Tadi kami sedang rapat penanganan banjir bersama pejabat lainnya,” kata Teguh.
Sebelumnya, KPK secara resmi menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam perkara dugaan jual beli jabatan perangkat desa.
Penetapan status tersangka tersebut dilakukan setelah Sudewo terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK pada Senin (19/1). (adr)
Editor : Ali Mustofa