RADAR KUDUS - Aktivitas di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Sumber, Kabupaten Rembang, meningkat tajam pada Senin (19/1) menyusul hadirnya tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lembaga antirasuah tersebut tengah mendalami dugaan skandal jual beli jabatan yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.
Ketegangan di Area Steril
Suasana di Mapolsek Sumber sejak pukul 10.00 WIB terpantau tegang. Sejumlah minibus bernomor polisi plat H (Semarang) tampak berjejer di halaman kantor polisi, berdampingan dengan kendaraan dinas kepolisian.
Penjagaan ketat diberlakukan di area tersebut, bahkan akses bagi awak media dibatasi secara signifikan.
Insiden kecil sempat terjadi ketika petugas berpakaian sipil menghadang jurnalis yang mencoba mengambil dokumentasi.
"Mas, gambarnya dihapus. Coba lihat galerinya," ujar salah satu oknum petugas berkaos hitam kepada wartawan di lokasi.
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa pergerakan mencurigakan sudah terlihat sejak Minggu malam. "Sekitar pukul 22.30 WIB, halaman polsek sudah sangat ramai oleh kendaraan yang keluar-masuk," jelas warga yang enggan identitasnya disebut.
Dugaan "Mahar" Perangkat Desa
Pemeriksaan maraton ini menyasar sedikitnya 10 orang dari unsur birokrasi Kecamatan Jaken. Nama-nama yang dikabarkan masuk dalam daftar pemeriksaan antara lain Camat Jaken Tri Agung Setiawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati Tri Hariyama, serta jajaran bendahara dan kepala desa.
Operasi ini disinyalir merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang pecah pada Senin dini hari.
Baca Juga: KPK Bawa 2 Koper, Segini Nominal Uang Saat Pemeriksaan Bupati Sudewo
Fokus utama penyidik adalah membongkar dugaan praktik pengkondisian jabatan perangkat desa dengan imbalan uang.
Berdasarkan informasi internal, tim KPK disebut-sebut telah mengamankan barang bukti berupa dua koper berisi uang tunai.
"Infonya ada dua koper, salah satunya milik Camat Jaken. Kabarnya berisi uang Rp3 miliar, namun itu disinyalir baru sekadar uang muka (DP). Jika ditotal, angka keseluruhannya bisa sangat fantastis," ungkap seorang sumber.
Otoritas Memilih Bungkam
Hingga Senin siang, proses pemeriksaan masih berlangsung tertutup di dalam gedung utama Mapolsek Sumber.
Kapolsek Sumber, AKP Pujiono, belum memberikan keterangan resmi terkait operasional tim KPK yang meminjam fasilitas markasnya.
Senada dengan kepolisian, pihak KPK juga belum merilis pernyataan tertulis mengenai status hukum para pihak yang diperiksa.
Kabar ini pun seketika menjadi bola liar dan perbincangan hangat di kalangan elit politik serta ASN di "Bumi Mina Tani" Pati, mengingat krusialnya pengisian jabatan strategis di tingkat desa yang kini sedang diusut. (*)
Editor : Mahendra Aditya