RADAR KUDUS - Kabar mengejutkan mengguncang birokrasi di Kabupaten Pati. Bupati Pati, Sudewo, beserta jajaran pejabat kewilayahan dikabarkan terjaring serangkaian pemeriksaan intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1).
Isu mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini kini menjadi diskursus panas di kalangan elit politik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah "Bumi Mina Tani".
Dugaan Mahar Jabatan Senilai Miliaran Rupiah
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, operasi ini diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung jual beli jabatan atau pengkondisian pengisian perangkat desa di lingkungan Kecamatan Jaken.
Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa tim lembaga antirasuah tersebut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah besar.
"Informasinya ada dua koper yang disita, salah satunya dibawa oleh Camat Jaken. Estimasi sementara nilainya mencapai Rp3 miliar, yang diduga baru merupakan uang muka atau DP. Jika ditotal secara keseluruhan, nilainya bisa mencapai angka yang sangat fantastis," ungkap sumber tersebut.
Kronologi Pemeriksaan: Dari Pendapa Hingga Jakarta
Rangkaian pemeriksaan dilaporkan terjadi secara maraton sejak dini hari. Bupati Sudewo dikabarkan sempat dibawa menuju Mapolres Kudus sekitar pukul 01.00 WIB untuk menjalani klarifikasi awal.
Setelah proses di Kudus selesai, Sudewo disebut langsung bertolak ke Jakarta melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang, pada pagi hari.
"Tim KPK melakukan pemeriksaan di Pendapa sebelum bergeser ke Polres Kudus. Tadi pagi beliau sudah terbang ke Jakarta. Meskipun sempat muncul informasi adanya upaya koordinasi di bandara agar tidak langsung dibawa, namun proses hukum tetap berjalan," jelas salah satu narasumber dari lingkungan DPRD Pati.
Penyisiran di Polsek Sumber dan Keterlibatan OPD
Sementara itu, fokus pemeriksaan terhadap jajaran di bawah bupati dipusatkan di Mapolsek Sumber, Kabupaten Rembang.
Selain Camat Jaken, Tri Agung Setiawan, KPK juga memanggil Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati, Tri Hariyama, beserta sedikitnya 10 saksi lainnya yang terdiri dari unsur bendahara dan staf kecamatan.
Baca Juga: Kenapa Bupati Pati Sudewo Dibawa KPK? Ini Kronologinya
Penyelidikan di Polsek Sumber dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Meski aktivitas pemeriksaan terlihat padat, pihak kepolisian setempat memilih menutup rapat informasi.
Kapolsek Sumber, AKP Pujiono, belum memberikan keterangan resmi, bahkan dilaporkan sempat terjadi ketegangan saat awak media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi.
Respons Pemerintah Kabupaten Pati
Kondisi di pusat pemerintahan Kabupaten Pati terpantau lengang. Kendaraan dinas Bupati Sudewo tampak masih terparkir di halaman Pendapa, namun sang bupati dipastikan tidak berada di lokasi.
Ajudan Bupati, Raihan, mengonfirmasi bahwa pimpinannya tengah berada di luar kota menggunakan kendaraan lain, namun ia enggan memberikan detail mengenai agenda maupun keberadaan spesifik Sudewo.
Baca Juga: Sudewo Dikabarkan Dibawa KPK ke Jakarta, Sempat Dicegat di Bandara Semarang
"Saat ini Bapak sedang di luar kota. Kami belum bisa memberikan keterangan apakah beliau berada di Kudus atau lokasi lain," tutur Raihan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pejabat teras lainnya seperti Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra dan Pj Sekda Teguh Widiatmoko belum memberikan respons meskipun telah dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Kantor kedua pejabat tersebut pun tampak kosong dan tidak dapat ditemui oleh jurnalis.
Hingga saat ini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari juru bicara KPK mengenai status hukum para pihak yang diperiksa serta rincian konstruksi perkara yang tengah diusut. (*)
Editor : Mahendra Aditya