Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ramai di Media Sosial, Ini Fakta di Balik Video Keributan Polisi dan Warga di SPBU Tayu Pati

Ali Mustofa • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:16 WIB

Photo
Photo

PATI – Rekaman video yang menampilkan cekcok antara aparat kepolisian dan seorang warga di kawasan SPBU Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, ramai diperbincangkan di media sosial pada Selasa (13/1/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut sempat mengundang beragam tanggapan publik sebelum akhirnya dituntaskan melalui jalur mediasi secara damai.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, insiden itu bermula ketika tiga personel Polsek Dukuhseti tengah melakukan patroli di wilayah Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, yang saat itu terdampak banjir.

Baca Juga: Banjir Rendam Jalur Pantura Pati–Rembang, Antrean Kendaraan Mengular hingga 3 Kilometer

Di sela patroli, sebuah mobil jenis Colt melintas dengan laju cukup kencang, sehingga percikan air banjir mengenai petugas yang sedang bertugas.

Merespons kejadian tersebut, petugas mengikuti kendaraan hingga berhenti di SPBU Sambiroto, Kecamatan Tayu.

Di lokasi itulah terjadi perdebatan antara aparat kepolisian dan pengemudi mobil.

Adu mulut yang berlangsung sempat disertai dorong-dorongan dan menarik perhatian warga sekitar.

Kejadian tersebut kemudian direkam dan videonya tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman di lapangan.

Ia menjelaskan, situasi saat itu cukup rawan karena kondisi banjir serta pertimbangan keselamatan petugas yang sedang menjalankan tugas.

Baca Juga: Banjir Rendam SDN Semampir Pati, Siswa Terpaksa Diliburkan

“Situasi di lapangan memang membuat emosi kedua pihak sempat terpancing. Kejadian ini berlangsung spontan dan tidak ada unsur kesengajaan,” ujar AKP Ali Mashuri.

Ia menambahkan, kepolisian tidak menutup mata terhadap reaksi masyarakat yang muncul akibat beredarnya video tersebut.

Pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan pendekatan persuasif agar persoalan tidak melebar.

“Setelah video tersebut beredar, kami segera melakukan mediasi dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan pendekatan humanis,” jelasnya.

Selanjutnya, Polsek Dukuhseti mempertemukan anggota kepolisian dengan warga yang terlibat, yakni Imam Rofii, warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Pati

Mediasi digelar pada hari yang sama di Mapolsek Dukuhseti dan berlangsung dalam suasana musyawarah.

“Alhamdulillah, permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan damai,” kata AKP Ali. Kesepakatan hasil mediasi tersebut dituangkan dalam pernyataan tertulis sebagai bentuk komitmen bersama dari kedua belah pihak.

Menurutnya, penyelesaian ini menunjukkan bahwa dialog dan komunikasi yang terbuka mampu meredam potensi konflik.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sikap kooperatif warga dalam proses penyelesaian masalah.

AKP Ali Mashuri pun mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menilai suatu peristiwa hanya dari potongan video yang beredar di media sosial.

Ia berharap publik dapat menyikapi setiap informasi dengan bijak dan menunggu penjelasan yang utuh serta berimbang.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan arif dalam menyaring informasi yang beredar,” pungkasnya. (aua)

 
Editor : Ali Mustofa
#mediasi #pati #cekcok #polisi #SPBU #dukuhseti #media sosial #kepolisian