PATI - Jalur Pantura Pati–Rembang kembali terendam banjir pada siang hari ini.
Akibat genangan tersebut, sejumlah kendaraan mengalami mogok dan terperosok ke dalam lubang jalan yang tertutup air.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banjir terjadi di Jalan Pantura Pati–Rembang tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati Kota.
Titik genangan berada di ruas jalan dari arah Lingkar Selatan Pati menuju Juwana dan Rembang. Kondisi tersebut terpantau sekitar pukul 09.30.
Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Simo yang menggenangi badan jalan sepanjang kurang lebih 300 meter.
Kondisi jalan yang berlubang dan tertutup air menyebabkan kendaraan melambat hingga menimbulkan antrean panjang.
Antrean kendaraan paling parah terjadi dari arah Rembang atau Juwana menuju Pati Kota dengan panjang mencapai sekitar 3 kilometer.
Arus lalu lintas tampak padat merayap. Sementara itu, dari arah Pati menuju Juwana atau Rembang, antrean kendaraan mencapai sekitar 500 meter.
Petugas kepolisian terlihat berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.
Sejumlah pengendara sepeda motor yang mengalami mogok atau terperosok ke lubang jalan mendapat bantuan dari petugas.
Salah seorang pengguna jalan, Yusuf, mengaku telah terjebak kemacetan sejak dari pertigaan Sampang, Pati.
Ia menyebut panjang kemacetan mencapai sekitar 3 kilometer.
“Dari Wedarijaksa mau ke Pati Kota, macetnya dari Sampang sampai pertigaan jalur Wedarijaksa,” ujar Yusuf saat ditemui di lokasi.
Yusuf juga mengatakan sepeda motor yang dikendarainya mogok setelah menerjang genangan banjir yang cukup dalam, sehingga ia terpaksa mendorong motornya ke tempat yang lebih aman.
“Tadi kena banjir di sini, lumayan dalam, motorku mogok,” tuturnya.
Anggota Satlantas Polresta Pati, Aiptu Nanang Sugianto, mengatakan genangan banjir di lokasi berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.
Meski demikian, arus lalu lintas masih terpantau ramai lancar.
“Situasi arus ramai lancar, roda tetap berputar. Kami mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati karena dari arah Juwana ke Pati Kota di Widorokandang terdapat jalan berlubang,” kata Nanang.
Ia menjelaskan banjir terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus sejak kemarin hingga pagi hari ini, sehingga Sungai Simo meluap dan air menggenangi jalan.
Nanang menambahkan, banyak sepeda motor yang tersendat bahkan mogok karena terdapat lubang jalan yang cukup dalam di area genangan.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, karena lubang di jalan cukup besar. Banyak kendaraan yang mogok dan sudah dibantu oleh anggota polisi yang berjaga,” ujarnya.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Pati dilaporkan semakin meluas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, jumlah kecamatan terdampak banjir bertambah dari semula 12 kecamatan menjadi 15 kecamatan.
Kecamatan yang terdampak banjir meliputi Pati, Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, Pucakwangi, Jakenan, dan Sukolilo.
Sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut turut terendam banjir sehingga beberapa jalur lalu lintas terpaksa dialihkan. (adr)
Editor : Ali Mustofa