Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Pati

Redaksi Radar Kudus • Senin, 12 Januari 2026 | 10:37 WIB

DIBERSIHKAN: Warga bersama relawan membersihkan sisa lumpur di Desa Gunungsari, Tlogowungu, Minggu (11/1) pagi.
DIBERSIHKAN: Warga bersama relawan membersihkan sisa lumpur di Desa Gunungsari, Tlogowungu, Minggu (11/1) pagi.

PATI – R.

Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Muria hingga wilayah pesisir memicu terjadinya bencana di sejumlah titik.

Akibatnya, sedikitnya sembilan kecamatan terdampak, dengan puluhan desa mengalami kerusakan serta terganggunya aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Basah-basahan di Tengah Banjir, Warga Jepuro Pati Antusias Ikuti Karnaval

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengungkapkan bahwa banjir merendam beberapa wilayah kecamatan.

Di antaranya Dukuhseti, Gembong, Margorejo, Margoyoso, Pati Kota, Tayu, dan Wedarijaksa. Sementara bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Gembong, Gunungwungkal, dan Tlogowungu.

“Untuk banjir, tercatat terjadi di Dukuhseti, Pati Kota, Tayu, Margoyoso, Wedarijaksa, Margorejo, serta Gembong. Sedangkan tanah longsor terjadi di wilayah Gunungwungkal, Tlogowungu, dan juga Gembong,” jelas Martinus.

Berdasarkan data sementara BPBD, puluhan desa terdampak bencana, dengan Kecamatan Pati Kota dan Margorejo menjadi wilayah yang mencatat jumlah desa terdampak paling banyak.

Kondisi terparah akibat banjir dilaporkan terjadi di Desa Bulumanis Kidul dan Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso.

Di dua desa tersebut, ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Selain merendam permukiman, luapan air juga mengakibatkan sejumlah tanggul mengalami kerusakan.

Baca Juga: Demi Akses Lancar, Warga Wukirsari Pati Rela Rogoh Kocek Pribadi Puluhan Juta untuk Perbaiki Jalan Desa

Sementara itu, bencana tanah longsor dengan dampak cukup serius terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu.

Di wilayah tersebut, tercatat sedikitnya 13 titik longsor yang tersebar di beberapa lokasi.

Meski di sejumlah daerah genangan banjir mulai berangsur surut, namun endapan lumpur serta material bangunan masih menyisakan pekerjaan berat bagi warga.

Tumpukan material tersebut menghambat aktivitas sehari-hari dan membutuhkan penanganan lanjutan.

Di Kecamatan Tlogowungu, penanganan longsor dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama jajaran Polsek Tlogowungu.

Baca Juga: Pembangunan Kopdes Merah Putih di Tambaharjo Pati Menuai Penolakan, Warga Desak Perbaikan Lapangan

Fokus penanganan berada di Dukuh Pulingan, Desa Gunungsari.

Aparat kepolisian, pemerintah desa, serta masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material longsoran demi memulihkan akses jalan dan memastikan keselamatan warga sekitar.

Untuk mempercepat proses pembersihan, satu unit alat berat berupa excavator turut dikerahkan.

Alat tersebut digunakan untuk mengevakuasi tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan akibat longsor.

Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid menjelaskan bahwa longsor terjadi pada akhir pekan akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

Material longsoran menutup akses jalan utama Dukuh Pulingan, sehingga sempat memutus jalur penghubung antarwilayah.

Bahkan, longsor tersebut juga mengancam permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Sidang Eksepsi di PN Pati, Pentolan AMPB Bantah Dakwaan Jaksa 

“Kami memprioritaskan pembukaan akses jalan terlebih dahulu karena jalur ini sangat vital bagi aktivitas warga. Keselamatan petugas dan masyarakat tetap menjadi perhatian utama dalam proses penanganan,” tegas AKP Mujahid.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Pasalnya, intensitas hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.

Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan.

“Polsek Tlogowungu akan terus siaga dan mendampingi masyarakat hingga situasi benar-benar aman dan pulih,” pungkasnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#banjir #pati #terendam air #longsoran