PATI – Banjir yang meluas di Kabupaten Pati berdampak pada 14 kecamatan, termasuk Kecamatan Juwana.
Namun, suasana berbeda justru terlihat di Desa Jepuro. Di tengah genangan air yang merendam wilayah tersebut, warga tetap melaksanakan kegiatan karnaval keliling desa pada Minggu (11/1).
Genangan banjir tampak menutup ruas-ruas jalan desa dengan ketinggian air diperkirakan mencapai lebih dari 10 sentimeter.
Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mengikuti karnaval yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Rajabiyah.
Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir acara. Karnaval tetap berlangsung meriah meskipun peserta harus berjalan menembus air.
“Warga tetap semangat meski desa sedang kebanjiran. Kegiatan ini digelar dalam rangka haul dan Rajabiyah, dan memang sudah menjadi agenda tahunan di Desa Jepuro,” ujar Arton, salah satu warga setempat.
Peserta karnaval berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak madrasah diniyah, kelompok ibu-ibu, hingga rombongan yang membawa replika Ka'bah turut ambil bagian.
Ada peserta yang berjalan kaki, sementara lainnya memilih menaiki kendaraan bak terbuka.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran grup marching band yang turut mengiringi jalannya karnaval.
Tak hanya peserta, warga yang menonton di sepanjang rute juga terlihat menikmati acara.
Baca Juga: Pembangunan Kopdes Merah Putih di Tambaharjo Pati Menuai Penolakan, Warga Desak Perbaikan Lapangan
Banyak di antara mereka membawa payung, mengingat hujan ringan masih turun selama kegiatan berlangsung.
Meski harus berbasah-basahan, keceriaan tetap terpancar dari wajah peserta maupun penonton.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, banjir di Kecamatan Juwana merendam lima desa.
Selain Desa Jepuro, genangan air juga terjadi di Desa Kedungpancing, Bumirejo, Kudukeras, dan Doropayung.
Tak hanya Juwana, sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Pati juga terdampak banjir.
Di antaranya Kecamatan Batangan, Pati Kota, Dukuhseti, Jakenan, Pucakwangi, Tambakromo, Gabus, Winong, Tayu, Margoyoso, Wedarijaksa, serta Kecamatan Margorejo. (aua)
Editor : Ali Mustofa